Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TMMD 102: Tugas Belum Selesai, Pujian Mulai Datang

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 25 Juli 2018 | 19:30 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Meskipun pekerjaan baru mencapai 70 persen, Tim Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 102 kini sudah menuai pujian dari warga setempat. Maklum, sebagian hasil kerjanya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti jamban.

Ini seperti yang diungkapkan Mbah Marsim (82) warga Desa Pangea SP2 Kecamatan Wonosari, Boalemo. Dirinya menyampaikan rasa syukurnya dan terima kasih kepada TNI, telah memberikan bantuan berupa pembuatan jamban di samping rumahnya.

“Memang sebelumnya saya tidak mengetahui kalau akan dibuat jamban di rumah saya. Itupun hanya pemberitahuan dari kepala dusun setempat. Ditanya kalau saya mau jamban. Saya katakan mau. Namun, harus siapkan lahan dan itu saya setujui. Ternyata yang membuat jamban adalah prajurit TNI,” kata Mbah Marsim.

Warga asal Malang, Jawa Timur  mengaku sangat bersyukur karena dengan keterbatasan ekonominya bisa kecipratan bantuan meski hanya berupa jambanisasi. “Terima kasih TNI. Tanpa bantuannya, mana mungkin saya bisa memiliki jamban, apalagi sudah enam tahun tak bekerja,” ujarnya.

Mbah Marsim (tidak pakai baju) menyampaikan ucapan terima kasih kepada salah seorang anggota Tim Satgas TMMD 102 karena dibangunkan jamban. (Foto Istimewa/Satgas TMMD102)

Selain Mbah Marsim yang sudah dapat menikmati hasil kerja para Prajurit TNI, demikian halnya Irton (28), warga Pangea. Dirinya sudah dapat mengangkut tiga karung jagung sekaligus, sejak akses sudah bagus. Bahkan ini pertama kali dilakukan Irton, mengingat sebelumnya jalan rusak parah.

Masyarakat yang tadinya harus berhari-hari menunggu truk untuk mengangkut dan memasarkan hasil panen mereka. Kini hanya dengan menggunakan sepeda motor, mereka bisa mengantarkan langsung hasil kebun kepada pengumpul.

“Alhamdulillah saya sudah bisa membawa sendiri hasil panen saya dan menjualnya langsung,” ucap Irton.

Masih pada kesempatan yang sama, Irton membeberkan jika selama ini para petani sering kali merugi dengan pengambilan hasil pertanian mereka. Betapa tidak, para pedagang biasanya datang untuk membeli hasil kebun yang tak sebanding dengan modal yang mereka keluarkan.

“Kami banyak mengeluarkan ongkos pada pengangkutan hasil kebun dengan menyewa kendaraan. Ada yang menerima tawaran namun harus mahal, ada juga yang menolak karena akses kurang bagus,” jelasnya.

“Namun dengan adanya program TMMD, seakan menghapus semuanya mimpi buruk masyarakat sari tani. Kami kira akan selamanya tersiksa begitu, tapi ternyata bapak-bapak tentara ini yang mampu menyelematkan kami, dan kami bangga sekali pak,” kata Irton. (taufik/hg)

(Visited 8 times, 1 visits today)

Komentar