Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TPU Minim, Harga Tanah Jadi Turun

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 23 Agustus 2016 | 13:28 Tag:
  

Hargo.co.id GORONTALO – Cukup beralasan bila sebagian masyarakat Gorontalo memilih memakamkan anggota keluarga yang meninggal di pekarangan rumah.

Selain faktor hubungan emosional keluarga, minimnya tempat pemakaman umum (TPU) menjadi salah satu faktor pemicu.

Penelusuran Gorontalo Post, rata-rata di kabupaten/kota belum tersedia TPU untuk masyarakat umum. Tempat pemakaman yang ada saat ini masih didominasi pemakaman keluarga.

Ada pula pemakaman para imam dan ulama, yang biasanya terletak di kompleks masjid. Selain itu ada pula TPU milik etnis Tianghoa yang terletak di Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Minimnya lokasi TPU juga ikut berdampak terhadap nilai ekonomis lahan milik warga. Terutama lahan yang terdapat pekuburan/makam.

Lahan yang di dalamnya terdapat makam/kubur, nilai jual atau harga tanahnya cenderung lebih murah. Hal itu dikarenakan minat masyarakat yang enggan untuk membeli areal/tanah yang di dalamnya terdapat kuburan.

“Jarang yang mau beli lahan yang ada kubur di dalamnya. Apalagi kalau posisinya (kubur,red) berada di bagian muka,” ungkap Yanto Hasan, salah seorang warga Dungingi, Kota Gorontalo.

Pria yang pernah memiliki pengalaman menjual tanah yang di dalamnya terdapat kuburan mengakui bila harga yang ditawarkan pembeli sangat rendah. “Waktu itu harga pasaran Rp 150 ribu per meter.

Tetapi mereka tawar hanya Rp 50 ribu per meter. Bahkan ada yang batal lantaran mengetahui ada kuburan,” ujarnya.

Sebagai solusinya, ayah dua anak itu berinisiatif untuk mencari lahan baru untuk dijadikan lokasi pemakaman keluarga. Selanjutnya kuburan yang ada dipindahkan ke lokasi baru.

“Memang keluarga awalnya sempat protes karena lokasinya agak jauh. Tetapi kalau tak begitu susah laku,” tandas Yanto.(nat/and/csr/kif/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar