Senin, 30 Januari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tragedi Meninggalnya Dua Pekerja PT. PG Gorontalo, Dua Manajer Diperiksa Polisi

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 19 Januari 2023 | 12:05 Tag: , , , ,
  Anggota Polres Gorontalo saat melakukan olah TKP meninggalnya du pekerja PT. PG Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Polisi terus mendalami peristiwa meninggalnya dua pekerja PT. PG Gorontalo akibat jatuh dari ketinggian saat memperbaiki seng.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Pabrik Gula (PG) Tolangohula, Polres Gorontalo juga sudah memanggil empat pekerja PT. PG Gorontalo.

banner 728x485

“Kami sudah memintai keterangan dari empat orang pekerja terkait kasus meninggalnya dua pekerja PT. PG Gorontalo,” ucap Kasat Reskrim Polres Gorontalo IPTU Agung Gumara Samosir saat diwawancarai, Kamis (19/1/2023).

Keempat pekerja itu, kata Agung, adalah Riki Sugianto sebagai FAD manajer, Bambang selaku manager pabrik, Tahir selaku karyawan yang melihat ketika proses jatuhnya korban dari ketinggian dan juga Riski Umar yang merupakan teman dari korban yang juga menyaksikan kejadian tersebut.

Agung menambahkan, sebenarnya jumlah pekerja itu ada empat orang, namun saat hari naas, yang satu berhalangan hadir karena sakit, sehingga hanya tiga yang bekerja.

Ditanyakan apakah ada indikasi kelalaian dari pihak perusahaan atas kejadian ini?

IPTU Agung menjelaskan, jika melihat surat perintah kerja lokal (SPKL) oleh pihak PG Tolangohula dengan nomor: 026/SPKL-PGD/l/2023 tertanggal ada indikasi kelalaian dari pihak pabrik, meskipun memang dua korban bukan pegawai PG hanya pekerja borongan, namun bentuk pengawasan adalah dari pihak pabrik.

“Karena dalam SPKL itu jelas yang melakukan kontrak kerja adalah almarhum Hadi Siswanto dengan pihak perusahaan dan segala bahan material disediakan oleh pihak perusahaan serta diawasi langsung oleh pegawai di PG Tolangohula,” ungkap IPTU Agung.

Dikatakannya, dengan SPKL ini menandakan yang melakukan kerjasama adalah perusahaan dan almarhum dan tidak disertai dengan peralatan keselamatan diri dalam melakukan pekerjaan.

“Karena jika menggunakan peralatan keselamatan seperti tali dan helm bisa dipastikan, nyawa tertolong, setidaknya saat jatuh tidak langsung kebawah, namun masih bergelantungan karena menggunakan tali dan lainnya,” jelas Agung.

Agung juga menambahkan, Polres masih mendalami kasus ini dan akan mengundang manajemen pabrik untuk diperiksa dan ambil keterangan mereka. (*)

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 81 times, 1 visits today)

Komentar