Hargo.co.id, GORONTALO – Tokoh masyarakat Gorontalo Rachmad Gobel, menyatakan komitmennya untuk mengangkat harkat dan derajat masyarakat Gorontalo. Rachmad menyebut salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menjadikan Gorontalo sebagai lumbung pangan Indonesia timur.
Rachmad mengatakan, dengan mewujudkan kedaulatan pangan di Gorontalo, maka impor pangan akan bisa dikurangi. Dengan begitu, kesejahteraan petani pun akan meningkat.
“Saya bersama Partai NasDem ingin mengangkat derajat masyarakat dan petani Gorontalo. Salag satu caranya dengan menjadikan Gorontalo sebagai lumbung pangan untuk Indonesia timur. Kita ingin wujudkan kedaulatan pangan agar tidak impor lagi,” kata Rachmad, Senin (4/3/2019).
“Dengan begitu, kesejahteraan petani pun akan meningkat,” lanjutnya.
Bagi Rachmad, apa yang dicita-citakannya tersebut bukanlah mimpi belaka. Sebab, Rachmad melihat bila Gorontalo memiliki potensi dengan luasnya lahan yang ada untuk bisa dimaksimalkan.
“Gorontalo ini punya lahan yang luas, jadi tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Rachmad.
Rachmad pun menegaskan bila NasDem merupakan partai pejuang yang akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, NasDem tidak akan melakukan pembagian sembako. Sebab pembagian semacam itu, lanjut Rachmad, merupakan tugas pemerintah bukan merupakan tugas partai apalagi calon legislatif.
Tak hanya itu, mantan Menteri Perdagangan itu pun menegaskan tidak akan melakukan politik uang demi mendapatkan suara dari masyarakat Gorontalo. Karena bagi Rachmad, politik uang sama saja merendahkan martabat masyarakat.
“Nasdem ini bukan partai penyalur, tapi partai pejuang. Yang dibagikan sekarang oleh caleg lain, itu adalah tugas pemerintah bukan caleg. Tugas legislatif adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat pada pemerintah,” tegas Rachmad.
“Siapa yang tidak perlu uang, tapi bukan dengan cara yang merendahkan,” sambungnya.
Rachmad juga menyebut bila apa yang dilakukan selama ini ikhlas untuk meningkatkan kesejahteraan dan derajat masyarakat Gorontalo.
“Apa yang saya lakukan adalah ibadah, bukan sekedar mencari kursi tapi meningkatkan derajat masyarakat,” pungkasnya. (adv)
