Selasa, 25 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Usulan Tak Pernah Digubris, Apa Kabar Tanggul Pemecah Ombak? 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Selasa, 14 Desember 2021 | 08:05 AM Tag: , ,
  Kondisi tanggul pemecah ombak yang ada di pesisir pantai Kecamatan Biau yang rusak parah. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu penyebab dua desa di Kecamatan Biau, Gorontalo Utara (Gorut) terancam abrasi, yakni tak adanya tanggul pemecah ombak. Padahal, ini sudah sering diusulkan oleh DPRD Gorontalo Utara, namun tak pernah digubris. 

Ini lantas memantik reaksi Anggota DPRD Gorontalo Utara, Deisy S.M Datau usai melihat langsung kondisi di lapangan. Terlebih ketika memperoleh informasi bahwa, baru dari pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gorontalo Utara yang memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak air pasang dan ombak di dua desa tersebut dan juga desa-desa yang ada di pesisir pantai di Kecamatan Tolinggula. 

“Keberadaan tanggul pemecah ombak sangat dibutuhkan masyarakat pesisir terutama yang ada di Kecamatan Biau di Desa Topi dan Desa Windu. Kondisi tanggul pemecah ombak yang ada saat ini telah rusak parah, sehingga tidak lagi mampu untuk meminimalisir terjangan ombak pasang,” jelas Deisy S.M Datau.

Lanjut katanya, terhadap aspirasi tanggul pemecah ombak tersebut dari tahun ke tahun, dari reses ke reses selalu, selalu disuarakan oleh rakyat dan sebagai wakil rakyat itu kemudian diteruskan. 

“Hanya saja kondisi yang ada saat ini, terhadap aspirasi tersebut belum juga terealisasi. Bahkan boleh dikatakan tak digubris,” kata kader PDI Perjuangan ini.

Jika memang terhadap kewenangan bukan ada di Pemda Gorontalo Utara, maka harus ada jalan keluar lainnya yang ditempuh. 

“Karena setiap persoalan, pasti akan ada jalan keluarnya. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan menseriusi hal tersebut,” tegasnya.

Olehnya Pemda Gorontalo Utara, diminta untuk dapat seriusi persoalan tersebut, agar kedepan masyarakat dapat hidup tenang tanpa perlu mengkhawatirkan persoalan gelombang pasang yang mengancam. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar