Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S Junus menekankan agar aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Gorontalo harus menerapkan dan meniru semangat pramuka.
“Semangat Pramuka yang menjunjung disiplin, kerja sama dan pengabdian dapat terus menjadi bagian dari etos kerja ASN dalam melayani masyarakat,” imbau Wabup Tonny Junus saat memimpin apel peringatan hari Pramuka, Kamis (14/8/2025) di halaman Kantor Bupati Gorontalo.
Wabup Tonny Junus mengajak seluruh peserta upacara untuk memaknai simbol-simbol yang digunakan dalam peringatan hari besar, termasuk Hari Pramuka. Kemarin, 13 Agustus 2025, seluruh ASN kompak mengenakan pakaian merah putih.
Warna merah menjadi simbol keberanian, keteguhan hati, dan semangat juang tak terbatas dari para pahlawan kita dalam mengusir penjajah. Sementara warna putih melambangkan kesucian hati, ketulusan, dan niat mulia dalam membangun negara yang berdaulat.
“Hari ini kita kembali berkumpul, namun dalam balutan seragam yang berbeda. Seragam Pramuka ini bukan kebetulan. Hari ini, 14 Agustus, adalah hari berdirinya Gerakan Pramuka Nasional. Seragam cokelat ini bukan sekadar pakaian, tetapi identitas yang melambangkan kepribadian luhur bangsa. Warna cokelat muda melambangkan tanah Indonesia, sementara cokelat tua melambangkan air Indonesia,” jelas Wabup Tonny Junus.
Dia menegaskan, seragam Pramuka mengingatkan pada Tri Satya dan Dasa Dharma, yang berisi nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kejujuran, kemandirian dan cinta alam.
“Nilai-nilai ini menjadi pondasi untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan berakhlak mulia. Sebagai aparatur pemerintah, kita adalah penggerak roda pembangunan dan pelayan masyarakat, bukan pihak yang harus dilayani,” kata dia.
Ia berharap seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkab Gorontalo dapat mengambil makna dari semangat Pramuka. Jadikan setiap tugas sebagai kehormatan, laksanakan dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan profesional.
Jangan pernah ragu berinovasi dan mengembangkan diri. Jadilah pekerja yang mampu menciptakan solusi, bukan hanya mengeluhkan masalah.
“Jadikan kedisiplinan sebagai budaya kerja, karena dengan disiplin, semua pekerjaan akan menjadi lebih efektif dan efisien,” tegas Wabup Tonny Junus.(Deice)












