Gorontalo

Wagub Idah Harap Layanan Perlindungan Anak Lebih Responsif

×

Wagub Idah Harap Layanan Perlindungan Anak Lebih Responsif

Share this article
Wagub Idah Harap Layanan Perlindungan Anak Lebih Responsif
Wagub Gorontalo, Idah Syahida Rusli Habibie saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan Perlindungan Anak di Dunia Digital dan Manajemen Kasus di Provinsi Gorontalo yang digelar di Hotel El-Madinah, Selasa (29/9). (F. Diyanti)

Hargo.co.id, GORONTALO – Perlindungan anak di tengah perkembangan dunia digital menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo.

Penguatan kapasitas tenaga layanan dinilai penting untuk memastikan anak yang menjadi korban mendapatkan pendampingan secara tepat dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie saat membuka Pelatihan Perlindungan Anak di Dunia Digital dan Manajemen Kasus di Provinsi Gorontalo yang digelar di Hotel El-Madinah, Selasa (29/9/2026).

Wagub Idah mengatakan, tenaga layanan memiliki peran penting dalam memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta jaminan keselamatan. Karena itu, penanganan kasus anak harus dilakukan secara profesional dan responsif.

Menurutnya, penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya berhenti pada penyelesaian kasus. Pendampingan juga diperlukan agar korban tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Apabila kita menangani sebuah kasus, seolah-olah itu diri kita, seolah-olah itu anak kita. Jadi kita memang harus full dalam melayani dan memberikan perhatian,” ujar Wagub Idah.

Wagub Idah menilai, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi tenaga layanan perlindungan anak. Terlebih, kasus kekerasan terhadap anak juga dapat memberikan dampak panjang terhadap kondisi psikologis dan kehidupan sosial korban.

Ia juga menyoroti tantangan perlindungan anak di era digital. Penggunaan telepon seluler dan akses internet yang semakin mudah membuat anak berpotensi terpapar berbagai konten yang tidak sesuai dengan usianya.

Maka dari itu, menurut Wagub Idah, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga layanan. Orang tua juga perlu memiliki pengetahuan yang memadai terkait aktivitas anak di dunia digital.

“Kadang orang tua memberikan handphone kepada anak karena sibuk bekerja atau melakukan kegiatan lain. Tetapi kita tidak tahu apa yang dilihat anak melalui handphone tersebut,” jelasnya.

Berita Terkait:  Dinas Arpus Provinsi Umumkan Pemenang Lomba Resensi Buku dan Video Konten Literasi

Ia berharap pelatihan yang berlangsung selama empat hari tersebut tidak berhenti pada penguatan kapasitas peserta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat dan disebarluaskan kepada lembaga maupun pihak lain yang berkaitan dengan perlindungan anak.

“Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, membangun jejaring dan tentunya meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Selain itu Wagub Idah juga mengapresiasi keterlibatan Safe Children dalam mendukung penguatan kapasitas tenaga layanan di Gorontalo.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat sistem perlindungan anak di daerah. Tingginya angka kasus yang dilaporkan suatu daerah tidak selalu menunjukkan buruknya kinerja perlindungan anak.

Sebaliknya, tingginya laporan dapat menunjukkan adanya keberanian masyarakat untuk melapor dan responsifnya layanan dalam menerima kasus.

“Kalau kasusnya tinggi, jangan langsung dianggap tidak bagus. Bisa jadi karena daerah tersebut responsif dan kasusnya dilaporkan. Yang penting bagaimana kasus itu ditangani,” ujarnya.

Untuk itu, Wagub Idah mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya. Pengetahuan dari para pemateri diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan profesionalitas dalam memberikan layanan.

Ia berharap upaya tersebut dapat mendukung terwujudnya Provinsi Gorontalo yang aman, ramah dan layak bagi anak.

“Sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terlindungi dari kekerasan dan eksploitasi, serta mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Diyanti)