Lebih jauh, Sahrir mengungkapkan, penggeledahan rumah Bambang tersebut berlangsung selama 2,5 jam dan berakhir sebelum salat Jumat.
Kata dia, dari rumah bertipe 70 tersebut polisi menyita sejumlah barang bukti, diiantaranya, satu unit sepeda motor, satu unit mobil, satu tongkat kejut, sebilah golok, empat pisau belati, satu panah beserta 7 anak panah, satu tembak panah, pelat nomor mobil A 1170 KK, dua monitior dan CPU Kompter.
Selain itu, delapan tiket pesawat Royal Brunei Airlines, dua buku tuntutan syariah dan harta hanam, satu gulung aluminum foil, satu kuitansi dari hotel Istanbul, dua hard disk, tiga falsh disk, dan empat laptop rusak, serta beberapa barang lain.
â€Sudah dibawa semua barang yang disita dari dalam rumah ke Mabes Polri. Saya hanya ditunjukan saja catatan barang yang mereka bawa,†ungkapnya.
Sahrir pun menegaskan bahwa Bambang merupakan orang yang cukup aktif bermasyarakat. Hal itu dibuktikannya dengan keterlibatannya menjadi Sekertaris RT. Itu membuat warga tidak menaruh curiga jika Bambang terlibat jaringan teroris.
Namun, selama setahun belakangan tetangganya itu mulai menunjukan perangai yang tidak baik. Yakni mulai tidak membolehkan anaknya bersekolah.
Bahkan rencana tetangganya itu untuk pindah rumah ke Bogor, Jawa Barat, untuk membuka usaha baru sudah diinformasikan kepada dirinya sendiri.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Kota Tangsel, AKP Mansuri membenarkan jika adanya penggeledahan dan penangkapan anggota teroris jaringan Suryadi Masud oleh Densus 88 Mabes Polri.
Akan tetapi sajuh mana keterlibatan Bambang Eko Prasetyo dalam jaringan teroris tersebut tidak diketahui sepenuhnya oleh jajarannya karena kasus itu merupakan kewenangan dari Mabes Polri.
Jajarannya hanya diminta untuk mengamankan lokasi saat pengeledahan barang bukti di rumah salah satu tersangka yang telah ditangkap Densus 88 tersebut.
â€Kami tidak tahu mengenai keterlibatan Bambang seperti apa. Kalau mau detail silahkan ke Mabes Polri untuk dikonfirmasi. Memang benar ada penggeledahan di wilayah Pamulang dan memang kami sudah dinstruksikan dari Mabes mengawal kegiatan itu,†tuturnya.
Ditanya maraknya pelaku terorisme yang menetap diwilayah hokum PolresTangsel, Mansuri pun tidak mau mengomentari hal tersebut. Menurutnya, siapapun warga Indonesia yang ingin tinggal dan menetap di semua tempat itu disahkan.
Karena itu pula dia mengimbau masyarakat lebih lagi memperhatikan lingkungan terutama kepada warga pendatang. (cok/hg)
