Rabu, 20 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga Protes Pembangunan Jembatan Dungaliyo

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 18 November 2017 | 08:19 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Pembangunan infrastruktur yang berada di Desa menjadi salah satu program yang selama ini digencarkan oleh pemerintah. Tapi banyak juga program pembangunan yang bertentangan dengan harapan masyarakat, sehingga banyak mendapatkan sorotan dari masyarakat.

Seperti yang terjadi di Desa Dungaliyo, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, dimana warga memprotes bahkan sampai memberhentikan jembatan penghubung antar dusun.

Pasalnya, jembatan yang dibuat untuk mempermudah akses Dusun tenang dan Dusun Hunggodaa tersebut tidak sesuai dengan gambar sehingga sebagian masyarakat di Desa Dungaliyo memberhentikan pengerjaannya.

Hingga pada hari jumat (17/11) kemarin, para warga bersama aparat dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) sebagai pelaksana pekerjaan duduk bersama untuk membahas permasalahan tersebut, namun belum bisa menemukan kesepakatan karena warga memberikan syarat jika pembangunan tersebut diteruskan harus dimulai dari awal.

Dari Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, Pekerjaan jembatan tersebut, sebelumnya telah dikoreksi oleh warga, namun Kepala Dusun selaku pelaksana pembangunan jembatan tersebut tetap melanjutkan pekerjaan, yang akhirnya pekerjaan jembatan yang sudah diatas 70 persen tersebut diberhentikan warga.

Warga yang protes beralasan bahwa konstruksi bangunan yang tidak sesuai dengan kondisi sungai yang sangat beratus jika musim hujan tiba, takut jika nantinya akan roboh, selain itu warga juga memprotes lebar jembatan yang seharusnya 2.5 meter seperti pada gambar perencanaan, dalam bentuk fisiknya hanya menjadi 1.70 meter, sehingga warga tidak setuju.

Beberapa warga bahkan lebih memilih tidak dibangunkan jembatan jika nantinya bisa membahayakan warga itu sendiri.

TPK Joni Karnain mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengerti persoalan gambar bangunan jembatan, sehingga dirinya hanya mempercayakan semuanya kepada kepala tukang.

Ia juga mengaku bahwa dirinya baru mengetahui adanya ketidak sesuaian dalam pengerjaan tersebut setelah adanya koreksi dari warga sekitar.”Saya tidak paham untuk membaca gambar, jadi saya sudah percayakan kepada tukang, mengingat dirinya memang sudah ahli dalam hal pembangunan jembatan,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa Dungaliyo Dedi U Yasin mengatakan pembangunan tersebut sesuai permintaan masyarakat, sehingga pada 2017 ini pihak Desa mebuatnya.

Namun seiring berjalannya waktu, pembangunan tersebut mendapat protes warganya sehingga pada jumat kemarin di dimusyawarahkan bersama di kantor Desa Dungaliyo.

“Setelah mendapat laporan warga terkait pemberhentian pengerjaan jembatan tersebut kami cek langsung, dan benar saja pada pembangunan jembatan tersebut terdapat kesalahan dan kekeliruan, sehingga kami berharap kepada masyarakat agar bagaimana kita bisa sama-sama untuk bisa mencarikan solusi, supaya jembatan tersebut bisa segera dimanfaatkan warga, sehingga bisa bermanfaat bagi semuanya, kedepan tetap kita buat seperti yang dikeluhkan warga dengan menambah lebar jembatan yang dalam gambar perencanaan 2.5 meter,”ungkap Dedi. (Tr-56/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar