Minggu, 14 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Warga yang Tenggelam di Sungai Paguyaman Akhirnya Ditemukan

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 28 Juli 2022 | 14:30 Tag: , ,
  Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad korban tenggelam di Sungai Paguyaman. (Foto: istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, akhirnya Jamal Kadir (42) warga Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari, Boalemo yang tenggelam di Sungai Paguyaman akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Jamal Kadir ditemukan sudah tak bernyawa pada Kamis (28/7/2022) sekitar 50 meter dari lokasi tenggelam. 

Informasi yang berhasil dihimpun, pada Selasa (26/7/2022) Jamal Kadir hendak menyeberangi Sungai Paguyaman menggunakan ketinting (perahu) bersama seorang rekannya, tepat pada pukul 17.30 Wita. 

Saat menyeberang, perahu yang ditumpangi Jamal Kadir hendak menabrak kayu. Melihat hal itu, Jamal kadir lantas mengangkat tiang penyeimbang perahu. Saat itu pula, warga yang berada di perahu lain melihat Jamal Kadir ikut terpental hingga jatuh ke perahu. Sejak saat itu, Jamal Kadir pun tak menampakan diri ke permukaan. 

Usai melakukan pencarian, warga baru menghubungi call center Basarnas Gorontalo pada Rabu (27/7/2022). Segera, Kepala Basarnas Gorontalo, I Made Junetra langsung memerintahkan Pos SAR Marisa yang dikomandoi Alfrits M. Rottie untuk melakukan pencarian. 

Pencarian pun dilakukan oleh tim SAR Gabungan dibantu sejumlah masyarakat dengan menyusuri sungai Paguyaman. Setelah kurang lebih tiga hari pencarian, tim SAR akhirnya menemukan jasad korban yang masih berada 50 meter dari lokasi tempat korban jatuh. Jasad baru ditemukan saat tim SAR menggunakan teknik manuver rubber boat atau menciptakan gelombang hingga membuat korban yang diduga tersangkut kayu kembali muncul ke permukaan. Usai jasad korban ditemukan, tim langsung mengevakuasi korban. 

Komandan POS SAR Marisa, Alfrits M. Rottie, menyebutkan, saat hari pertama pencarian korban, tim SAR Gabungan hampir tidak menemukan kendala dilapangan meskipun kedalaman sungai berkisar 1 hingga 7 meter. Pencarian pun, kata Alfrits sempat ditunda saat hari mulai gelap yang mengganggu jarak pandang tim SAR.

“Pencarian belum membuahkan hasil di hari pertama dan kedua karena pencarian kita hentikan sementara saat hari sudah malam, jarak pandang serta demi keselamatan tim terpaksa pencarian nanti kita lanjut besok harinya,” ucap Alfrits saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (28/7/2022).

Kondisi korban saat ditemukan, jelas Alfrits. Mengalami luka dibagian kepala yang diduga kuat membuat korban pingsan saat jatuh ke sungai dan tak kembali ke permukaan. Saat ditemukan pun jelas Alfrits, korban masih menggunakan aksesoris berupa tas. 

“Saat ditemukan kondisi korban masih mengenakan pakaian lengkap dengan tas juga. Cuma memang ada luka dibagian kepala yang dugaan kita itu yang membuat dia pingsan sehingga tak lagi muncul ke permukaan saat dia jatuh kedalam sungai. Untuk korban sendiri setelah kami evakuasi langsung dibawa ke Puskesmas kemudian dibawa ke rumah duka,” tutupnya. (***)

 

Penulis: Ryan Lagili

(Visited 24 times, 1 visits today)

Komentar