Waspada! Gudang Beras di Bone Bolango Didapati Ada Drum Berisi 200 Ton Sianida

×

Waspada! Gudang Beras di Bone Bolango Didapati Ada Drum Berisi 200 Ton Sianida

Sebarkan artikel ini
Ratusan drum zat sianida yang diduga digunakan untuk pengolahan emas disita Polda Gorontalo di salah satu gudang penyimpanan beras di Bone Bolango. Insert: Petugas saat menggrebek lokasi pengolahan emas di Bonbol, Selasa, (8/3). (humas polda Gorontalo for hargo.co.id)

Hargo.co.id GORONTALO – Sungguh ironi. Aktivitas pertambangan emas di Bone Bolango (Bonbol) membawa dampak buruk bagi masyarakat, khususnya yang menjadikan sungai Bone sebagai salah satu sumber kehidupan.

Ini menyusul temuan di lapangan terkait pengolahan emas di tambang tersebut diduga menggunakan zat yang mengandung sianida. Selasa, (8/3), Direktorat Reskrimsus Polda Gorontalo menggerebek gudang beras milik seorang wanita berinisial AM (40) alias Anice di Desa Pangi, Kecamatan Suwwa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Gudang beras itu digunakan untuk menampung zat sianida sebanyak 200 Ton senilai Rp 2 milyar.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (grup hargo.co.id) dari Polda Groontalo menyebutkan, sedikitnya 209 drum dan 3 gelon berisi sianida dari salah satu Gudang Beras yang ada di Desa Pangi, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Dalam penggrebekan yang dilakukan oleh aparat Gabungan yang terdiri dari Tim Reskrimsus Polda Gorontalo dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Gorontalo itu, juga mengamankan dua orang warga yang bertugas menjaga gudang, masing-masing Erni Tangahu (65) dan Oktavianti Modeo (22).

Keduanya merupakan kerabat dekat dari Anice, yang diduga menjadi pemilik Gudang beras itu.