Tim Medis Covid-19 Gratis Nginap di Hotel Damhil, Operasional Ditanggung Pemprov 

×

Tim Medis Covid-19 Gratis Nginap di Hotel Damhil, Operasional Ditanggung Pemprov 

Share this article
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki (Kemeja Putih) ketika melakukan pengecekan kamar hotel Damhil yang akan ditempati para tenaga medis yang menangani pasien Covid - 19 di RSAS, Jumat (17/4/2020). (Foto : Istimewa)
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki (Kemeja Putih) ketika melakukan pengecekan kamar hotel Damhil yang akan ditempati para tenaga medis yang menangani pasien Covid - 19 di RSAS, Jumat (17/4/2020). (Foto : Istimewa)

 Hargo.co.id, GORONTALO – Sebagai bentuk apresiasi kepada para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS), Pemprov Gorontalo akan membayar seluruh biaya operasional, termasuk makan dan minum selama menginap di Hotel Damhil, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

“Jadi biayanya tetap ada, kamarnya tidak. Tapi, fasilitas makan minum dan operasional tetap kami tanggung,” ujar Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, Jumat (17/04/2020).

Diungkapkannya, manajemen Hotel Damhil menawarkan paket khusus untuk tim medis Covid-19. Setiap kamar diisi oleh tiga orang dengan makan 2-3 kali per hari. Harganya sebesar Rp 380 ribu per hari.

“Perharinya Rp. 380 ribu. Itu yang akan kami tanggung,” tutur Budiyanto Sidiki.

Lebih lanjut, Budiyanto Sidiki mengatakan, dari daftar yang diperoleh Pemprov Gorontalo, ada sekitar 43 dokter dan perawat di RS Aloe Saboe yang selama ini menangani pasien corona. Dari jumlah itu, sejak Kamis (16/4/2020) sudah sekitar 17 orang mulai menempati hotel.

“Ke depan, disiapkan juga bagi tenaga medis dan operator laboratorium di BPOM Gorontalo jika lokasi tersebut sudah bisa digunakan untuk pemeriksaan spesimen swab test,” pungkas Budiyanto Sidiki.

Pemberiaan fasilitas inap di hotel sebagai konsekuensi dari isolasi tenaga medis. Selama bertugas menangani pasien mereka sulit untuk kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya. Hal itu sebagai bentuk pencegahan potensi penularan virus ke keluarganya. (adv/rwf/hg)