Kabar Politik

Alyun: Program Agropolitan Capres Anies Relevan dengan Program RG

×

Alyun: Program Agropolitan Capres Anies Relevan dengan Program RG

Share this article
Alyun_ Program Agropolitan Capres Anies Relevan dengan Program RG
Ketua Bidang Komunikasi Publik DPW Nasdem Provinsi Gorontalo, Alyun Hippy dalam konferensi pers di Angelato Cafe, Kota Gorontalo, Sabtu (13/1/2024). (Foto: Iwan/ HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sejumlah program calon presiden (Capres) nomor urut satu Anies-Muhaimin (AMIN) sejalan dengan program partai Nasdem yang dirintis dan telah dilaksanakan Rachmat Gobel di Gorontalo. Satu dari program yang relevan itu adalah program agropolitan.

Berita Terkait:  Didampingi 19 PAC PPP Kabgor, Syam Daftar di Empat Parpol dalam Sehari

Hal tersebut disampaikan ketua bidang komunikasi publik DPW Nasdem Provinsi Gorontalo, Alyun Hippy dalam konferensi pers dan silaturahmi dengan kalangan jurnalis di Angelato Cafe, Kota Gorontalo, Sabtu (13/1/2024).

“Program agropolitan sebagai program kerja calon presiden untuk Provinsi Gorontalo, sangat relevan dengan apa yang telah maupun yang sedang dikerjakan Rachmat Gobel,” kata Alyun dalam keterangannya kepada awak media.

Berita Terkait:  Warga Pangea Kompak Dukung Blusukan Burhanudin-Rivendy

Dia menjelaskan, program agropolitan bertujuan untuk mendorong produktivitas komoditi pertanian, melalui pendidikan dan pelatihan bagi petan untuk mentrasfer pegetahuan dan tekonologi pertanian, serta memaksimalkan bantuan alat mesin pertanian dari pemerintah pusat ke Gorontalo.

Dia juga mengemukakan, fokus program kerja AMIN disektor pertanian melalui konsep agropolitan, lahir karena Gorontalo telah memiliki infrastruktur yang memadai, diantaranya Pelabuhan Anggrek yang dikembangkan dan dioperasikan oleh sektor swasta murni.

Berita Terkait:  Rekomendasi PKB di Pilkada Kabgor: Bukan Roni-Adnan, Tapi Sofyan-Tony

“Dengan adanya investasi swasta murni dipelabuhan anggrek, menggambarkan iklim investasi di gorontalo sangat baik,” ujarnya.

Hal tersebut dinilai dapat menarik minat investor lain untuk mengambangkan investasi disektor industri pangan,

yang juga akan menggunakan bahan baku, dari hasil komoditi pertanian yang dihasilkan oleh Gorontalo.

Berita Terkait:  Walk Out saat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara, Saksi Romantis: Banyak Kecurangan

“Dengan demikian, pembangunan sektor pertanian Gorontalo bisa take of dari pertanian yang semula hanya mengandalkan perdagangan komoditi semata, mejadi perdagangan barang hasil industri pertanian. Baik dalam bentuk barang setangah jadi mapun barang jadi,” paparnya.

Lebih lanjut Alyun menjelaskan, gravitasi perekonomian yang dihasilkan oleh dampak

kehadiran pelabuhan anggrek, juga akan turut menjawab tantangan persoalan yang dihadapi Gorontalo.

Berita Terkait:  Seluruh Pimpinan Kecamatan Golkar Kabgor Sowan ke Iskandar Mangopa Jelang Musda

“Hal ini akan berdampak pada Gorontalo sebagai provinsi dengan tingkat persentase penduduk miskin teringgi ke lima di Indonesia, dan persolaan angka pengangguran yang tinggi, akibat dari keterbatasan lapangan pekerjaan di Gorontalo,” kata Alyun.

Dalam konferensi pers tersebut, Alyun juga menjelaskan terkait pengembangan pelabuhan anggrek yang menggunakan skema Kerjasama Pembiayaan Pemerintah dan Badan Usaha.

Berita Terkait:  Nasdem Menang di 4 Pilkada Gorontalo: Terima Kasih Masyarakat

“Konsesi pengembangan yang diberikan pemerintah melalui kementrian perhubungan adalah 35 Tahun.

Dimana pihak swasta yang berbentuk badan usaha melakukan investasi dan mengoperasikan

fasilitas pelabuhan untuk jangka waktu tersebut, setelah jangka waktu tersebut kepemilikan asset kembali ke pihak pemerintah.

Berita Terkait:  Tonny Targetkan, Pulau-pulau di Gorut jadi Wisata Unggulan di Pulau Sulawesi

“Nilai investasi murni swasta (Non APBN), untuk biaya pengembangan pelabuhan Anggrek sebesar 1,3 Triliun Rupiah. Investasi pengembangan Pelabuhan Anggrek dilaksanakan oleh PT. AGIT Internasiona, Konsorsiun dari beberapa perusahaan swasta,” terangnya.

Saat ini, kata Alyun, tahapan pengembangan pelabuhan Anggrek susah berada di tahap perampugan AMDAL serta finalisasi perijinan lainnya.

Berita Terkait:  Visi Misi Presiden Terpilih Siap Diimplementasikan Tonny-Marten

“Tahapan ini menjadi syarat bagi pelaksanaan proyek konstruksi, guna menghindari masalah hukum yang dapat menyebabkan terganggunya investasi,” kata Alyun.

Dirinya juga menekankan, pengembangan pelabuhan anggrek bukan sebatas pada dermaga dan fasilitas lainnya di kawasan pelabuhan.

Berita Terkait:  Pilkada Gorut, PDI P-Golkar Bangun Kerjasama Politik

Pengembangan yang dilakukan juga mencakup kawasan ekanomi khusus,

sebagai kawasan penyangga ekonomi yang menghidupkan pelabuhan dan menjamin pengembalian investasi swasta di pelabuhan anggrek.

“Dengan demikian, investasi murni swasta tersebut, tidak membebani keuangan negara. Justru negara diuntungkan karena tidak mengeluarkan biaya untuk mengembangkan infrastruktur di pelabuhan angrek,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait:  Tak Pernah Menjatuhkan Caleg Lain, Warga Pohe Salut dengan Sawaludin

Penulis: Sucipto Mokodompis