Hargo.co.id, GORONTALO – Pemprov Gorontalo yang kini dipimpin Gusnar Ismail sebagai gubernur dan Idah Syahidah Rusli Habibie, menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Kamis (28/8/2025).
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, penerima bantuan tersebut, berjumlah 378.
“Sesuai yang disampaikan Pak Kadis tadi, jumlah penerima bantuan ini, di Kecamatan Kota Utara sebanyak 378,” ungkap Wagub Idah Syahidah ketika memberikan sambutan pada kegiatan itu.
Idah menjelaskan, bantuan yang diberikan dalam bentuk barang. Nilainya kurang lebih Rp. 1 juta. Angka tersebut, kata dia, akan diupayakan bertambah pada tahun mendatang.
“Bisa sampai Rp. 2 juta, bahkan lebih. Tapi, ada syaratnya, setelah tiga bulan atau saat dilakukan evaluasi, usaha yang dijalankan berkembang, minimal bertahan. Tapi, kalau tidak berjalan, otomatis bantuan akan ditunda,” tegas Idah.
“Makanya, bapak dan ibu yang menerima bantuan, saya harap tidak boros. Mari belajar menghemat,” imbuhnya.
Selain itu, ucap Idah, penerima bantuan modal usaha ini, anggota keluarganya, khususnya kepala keluarga tidak merokok.
Dia juga memastikan tiap bantuan yang disalurkan, barangnya berkualitas alias tidak abal-abal.
“Satu lagi saya pesan, untuk pelaku usaha penjual gorengan, nasi kuning atau sejenisnya dapat menjaga higienis dari produk yang dijual. Caranya mudah, pakai masker dan hand skun saat memproduksi,” imbaunya.
Sementara itu, Herni yang mewakili orang tuanya untuk menerima bantuan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah yang terus memberi perhatian kepada pelaku UMKM.
“Saya datang mewakili ibu saya. Tanggapan saya dengan bantuan ini, tentu sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Ibu Wagub,” tandasnya.
Penyaluran bantuan UMKM yang dilakukan Pemprov Gorontalo ini sendiri merupakan wujud dari program prioritas Gubernur Gusnar dan Wagub Idah yang diharapkan dapat mewujudkan peningkatan ekonomi rakyat.(Rendi)












