Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Sidang Sinode XX Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) periode 2026–2031 di Gedung Misfalah, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (15/7/2026).
Sidang Sinode yang digelar setiap lima tahun ini menjadi forum tertinggi GPIG untuk melakukan evaluasi pelayanan gereja, menyusun program strategis, serta memilih kepengurusan Badan Pekerja Harian (BPH) Majelis Sinode untuk masa bakti lima tahun mendatang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Rahmijati Jahja, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan jemaat GPIG dari berbagai wilayah di Gorontalo.
Dalam sambutannya, Wagub Idah Syahidah menyampaikan bahwa kehidupan masyarakat Gorontalo yang harmonis
dan penuh toleransi merupakan aset sosial yang harus terus dirawat bersama.
Menurutnya, kerukunan antarumat beragama menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Kerukunan yang telah terbangun selama ini merupakan modal sosial yang sangat berharga. Maka dari itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan merawatnya agar tetap kokoh di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan berbagai dinamika sosial,” ujar Wagub Idah Syahidah.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjutnya, memandang lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter.
Selain berperan dalam pembinaan spiritual, gereja juga memiliki kontribusi besar dalam pendidikan karakter,
penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Wagub Idah Syahidah menilai peran gereja semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini,
mulai dari maraknya penyebaran informasi yang tidak benar, lunturnya nilai-nilai moral,
meningkatnya sikap individualisme, penyalahgunaan narkoba, hingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Oleh sebab itu, ia berharap GPIG terus memperkuat perannya sebagai pembina moral masyarakat
sekaligus ruang pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai kejujuran, toleransi, disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.
Wagub Idah Syahidah juga berharap Sidang Sinode XX GPIG dapat menghasilkan berbagai keputusan strategis
yang mampu memperkuat pelayanan gereja dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap Sidang Sinode ini menghasilkan keputusan-keputusan yang arif dan visioner,
serta melahirkan gagasan yang semakin memperkuat kontribusi gereja dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat dan mempererat persaudaraan,” pungkasnya.(Tro)












