Gorontalo

Kejar Kemandirian Fiskal, Bapenda Provinsi Gorontalo Tancap Gas Optimalisasi PAD

×

Kejar Kemandirian Fiskal, Bapenda Provinsi Gorontalo Tancap Gas Optimalisasi PAD

Share this article
Kejar Kemandirian Fiskal, Bapenda Provinsi Gorontalo Tancap Gas Optimalisasi PAD
Bapenda Provinsi Gorontalo ketika melakukan road show optimalisasi PAD ke Pemkot Gorontalo, Senin (9/2/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus mengakselerasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo menggelar roadshow optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah ke seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, Senin (9/2/2026).

Berita Terkait:  Kuota Peserta GHM 2025 Hampir Penuh, Danial: Bukti Tingginya Minat Warga

Roadshow dipimpin langsung Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Danial Ibrahim menjelaskan, roadshow ini merupakan langkah awal konsolidasi kebijakan dan penguatan tata kelola pemungutan pajak daerah, sekaligus percepatan transformasi digital layanan perpajakan.

Berita Terkait:  LPSK: Permohonan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Gorontalo Masih Sedikit

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah (UU HKPD), khususnya penerapan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

“Potensi PAD Gorontalo sebenarnya sangat besar, namun belum tergarap optimal akibat rendahnya tingkat kepatuhan pajak serta keterbatasan akses layanan,” ujar Danial.
Berita Terkait:  Penjagub Ismail Safari Ramadan di Bone Bolango

Ia menegaskan bahwa persoalan kepatuhan pajak tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan kerja bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar manfaat peningkatan PAD dapat dirasakan secara merata.

“Masalah kepatuhan pajak tidak bisa diselesaikan sendiri oleh provinsi ataupun kabupaten/kota. Kita harus bergerak bersama, berbagi peran, berbagi solusi, dan berbagi manfaat,” tegasnya.

Berita Terkait:  Realisasi Belanja dan Pendapatan Pemprov Triwulan II Tuai Apresiasi Mendagri

Dalam dialog bersama Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid, Kepala Bapenda Kota Gorontalo, Zamronie Agus, BKAD, Inspektorat, Bapperida, Bagian Hukum, serta jajaran teknis daerah, sejumlah isu strategis turut dibahas.

Di antaranya kondisi riil kendaraan terdaftar dan rasio kepatuhan pajak, realisasi penerimaan PKB, BBNKB dan opsen, besaran tunggakan pajak, kendala pelayanan Samsat di wilayah terpencil, hingga pemetaan potensi pajak dan retribusi yang belum tergarap.

Berita Terkait:  Gus Yahya Resmikan Kantor PWNU Gorontalo

Dari hasil diskusi, terungkap bahwa peningkatan tingkat kepatuhan pajak sebesar 20 hingga 30 persen saja dapat memberikan dampak signifikan terhadap tambahan PAD daerah. Oleh karena itu, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak menjadi fokus bersama.

Sebagai langkah konkret, Bapenda Provinsi Gorontalo menawarkan sejumlah program kolaboratif,

Berita Terkait:  Satpol PP Provinsi Gelar Rakor Kerjasama antar Lembaga dan Kemitraan

antara lain penambahan layanan Samsat Keliling, Gerai Samsat, dan Samsat berbasis komunitas atau kelurahan.

Selain itu, didorong pula penerapan pembayaran non-tunai secara penuh melalui QRIS, integrasi aplikasi SIGNAL dan e-Samsat,
Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Dorong Penyelesaian Tali Asih Penambang Pohuwato

operasi gabungan penertiban kendaraan, hingga sistem penagihan door to door berbasis data.

Program lain yang ditawarkan meliputi kebijakan pemutihan denda, pemberian reward dan diskon layanan publik,

Berita Terkait:  Sensus Ekonomi: BPS Segera Data Pejabat dan ASN Pemprov, Ditargetkan Rampung 31 Agustus

serta pengembangan dashboard PAD real time berbasis data.

Seluruh transformasi digital ini dirancang untuk menghadirkan layanan pajak yang lebih mudah, cepat, transparan, dan menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Berita Terkait:  FORKI jadi Rumah Besar Perguruan Karate di Provinsi Gorontalo

Roadshow juga membahas skema cost sharing operasional Samsat yang dinilai lebih proporsional dan berkeadilan.

Melalui skema ini, daerah yang menerima manfaat opsen diharapkan turut berkontribusi dalam pembiayaan operasional layanan,

Berita Terkait:  Dana Desa Diharapkan Terus Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.

“Simulasi yang kami paparkan menunjukkan bahwa kontribusi sharing yang relatif kecil justru berpotensi menghasilkan peningkatan PAD yang berlipat ganda. Ini adalah solusi yang saling menguntungkan bagi provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Danial.

Berita Terkait:  Kuota Peserta GHM 2025 Hampir Penuh, Danial: Bukti Tingginya Minat Warga

Sebagai penutup, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten/kota menyatakan komitmen memperkuat kerja sama

dalam rangka meningkatkan PAD masing-masing daerah guna mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas.

Berita Terkait:  Satpol PP Provinsi Gelar Rakor Kerjasama antar Lembaga dan Kemitraan

“Dengan sinergi, digitalisasi, dan komitmen bersama, insya Allah PAD Gorontalo akan semakin kuat dan berdampak langsung

pada peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Danial Ibrahim.(Rls) 

Berita Terkait:  Gus Yahya Resmikan Kantor PWNU Gorontalo