Hargo.co.id, GORONTALO – Pelayanan Puskesmas Batudaa Pantai dikeluhkan warga. Bukan saja dari segi pelayanan, tetapi juga fasilitas Puskesmas yang tidak memadai menuai sorotan publik.
Sorotan ini imbas dari adanya kejadian belum lama ini, di mana pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS), tetapi ditengah jalan akibat kondisi mobil ambulance yang sudah tak layak pakai mengalami pecah ban dan terpaksa pasien berpindah menggunakan mobil pick up dengan harapan bisa diselamatkan nyawanya, walaupun pada akhirnya setelah sampai di RSAS tidak bertahan lama dan meninggal dunia.
Keluhan terhadap fasilitas dan pelayanan Puskesmas Batudaa Pantai menurut seorang warga sudah banyak. “Dari tahun kemarin saja kerabat dekat saya dalam kondisi hamil mengalami sesak nafas dan berharap ada pelayanan puskesmas, tetapi kenyataannya tidak demikian,“ ungkap warga.
“Pada saat berobat butuh oksigen dan obat-obatan, ternyata di Pusksmas tak menyediakan itu. Padahal pasien sudah sangat butuh oksigen karena sesak nafas, ada selangnya tetapi oksigennya tidak ada,” tambah warga tadi.
Bahkan yang lebih fatal lagi, kejadian pekan kemarin. Ada seorang pasien saat dirujuk ke rumah sakit karena kondisi ban mobil ambulance sudah sangat tak layak, tetap tetap dipaksakan untuk beroperasi akhirnya pecah ban ditengah jalan. “Bannya sudah parah sekali sudah botak dan tidak ada ban cadangannya,” tutur warga.
Keluhan lainnya tentang adanya permintaan Kepala Puskesmas uang bensin kepada pasien jika ingin dirujuk. “Pada saat merujuk keluarga pasien sering di suruh isi minyak oto ambulance, katanya tidak ada minyak oto,” beber sumber tadi.
Secara terpisah Kepala Puskesmas Batudaa Pantai, Syukri Bagu saat dikonfirmasi membantah jika meminta uang untuk pengisian bensin bagi pasien dirujuk. Sementara, terkait mobil ambulance yang tak layak pakai, diakui Syukri memang sudah tak maksimal untuk digunakan perjalanan jauh.
“Tidak benar jika kami meminta uang pada pasien, tetapi untuk mobil memang sudah sejak lama saya meminta untuk diganti. Hanya memang terkendala efisiensi anggaran, sehingga saya memohonkan maaf atas kejadian tersebut,” pungkasnya.(Deice)












