Hargo.co.id, GORONTALO – Provinsi Gorontalo kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.
Kali ini, daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Madinah itu akan menjadi lokasi pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII, ajang silaturahmi dan berbagi pengetahuan bagi petani serta nelayan dari seluruh Indonesia.
Penunjukan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo, mengingat PENAS merupakan pertemuan besar yang mempertemukan pelaku utama sektor pertanian dan perikanan dengan pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail memimpin rapat perdana persiapan kegiatan tersebut di aula rumah jabatan gubernur, Senin (3/11/2025).
Dalam rapat itu, Gubernur Gusnar Ismail mengukuhkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, sebagai Ketua Panitia PENAS Petani Nelayan XVII.
“Segera bentuk susunan panitia lengkap. Jangan tunggu lama, karena waktu persiapan kita tidak panjang. Kegiatan berskala nasional seperti ini harus disiapkan secara maksimal,” tegas Gusnar Ismail di hadapan jajaran OPD dan panitia inti.
Sementara itu, Muljady menjelaskan bahwa PENAS XVII akan digelar pada 20–25 Juni 2026 di GOR David Tony Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan diperkirakan akan diikuti sekitar 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Menurutnya, 70 persen peserta merupakan petani, nelayan, serta pengurus organisasi tani seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Sisanya adalah peserta pendamping dan peninjau dari unsur pemerintah daerah dan lembaga pendukung sektor pangan.
Kegiatan nasional ini akan mengusung tema “Transformasi Teknologi Dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional.”
Rangkaian acaranya mencakup temu petani dan mitra ASEAN, temu sukses petani dan penyuluh, pameran pembangunan pertanian dan perikanan, hingga gelar teknologi dan temu wirausaha petani-nelayan.
Selain kegiatan teknis, peserta juga akan diajak mengikuti studi banding, widya wisata,
serta pagelaran seni budaya dan Festival Gita Nusantara, yang menjadi ruang promosi budaya lokal Gorontalo.
Menutup arahannya, Gubernur Gusnar Ismail meminta seluruh jajaran panitia untuk memastikan kesiapan lokasi kegiatan, termasuk area UMKM dan homestay bagi peserta.
“Kita dorong bentor menjadi alat transportasi utama selama kegiatan berlangsung. Ini bukan hanya soal mobilitas, tapi juga cara mengangkat ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.(Alw)












