Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyoroti masih rendahnya progres unggah capaian dokumen Monitoring Center for Prevention (MCP) dan penertiban aset daerah.
Hal ini terungkap pada rapat koordinasi monitoring dan evaluasi program pencegahan korupsi serta tinjauan lapangan proyek strategis daerah (PSD) Tahun 2025, Selasa (11/11/2025).
“Terdapat ratusan dokumen yang belum dituntaskan, kondisi tersebut, memerlukan evaluasi menyeluruh guna mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan serta mempercepat penyusunan dokumen pendukung yang sesuai ketentuan,” kata Bupati Sofyan Puhi saat memimpin rakorev.
Ia juga mengatakan, percepatan peningkatan capaian MCP dan penertiban aset daerah melalui rapat koordinasi dan kegiatan ini,
menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem tata kelola dan pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Bupati Sofyan Puhi juga menekankan pentingnya penataan dan penertiban aset daerah.
Hasil evaluasi menemukan sejumlah aset belum tercatat dengan baik,
bahkan beberapa di antaranya tidak lagi ditemukan secara fisik namun masih tercatat dalam administrasi.
Bupati Sofyan Puhi menilai penertiban aset merupakan instrumen penting mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas.
“Aset ini harus jelas, baik secara administrasi maupun fisik. Ini bagian dari komitmen kita membangun tata kelola yang tertib. Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab KPK, tetapi menjadi tugas dan komitmen kita bersama,” ujarnya.
Selain rapat koordinasi, pihak KPK bersama Inspektorat Kabupaten Gorontalo turut melakukan peninjauan lapangan terhadap
sejumlah proyek strategis daerah tahun 2025 yang masih berada di bawah 50 persen progres pelaksanaannya.
Proyek-proyek tersebut akan menjadi prioritas pengawalan agar dapat berjalan sesuai target, sekaligus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan berintegritas.(Deice)












