Kota Gorontalo

Seabad RSAS, Pemkot Gorontalo Dorong Lompatan Digital dan Pelayanan Humanis

×

Seabad RSAS, Pemkot Gorontalo Dorong Lompatan Digital dan Pelayanan Humanis

Sebarkan artikel ini
Seabad RSAS, Pemkot Gorontalo Dorong Lompatan Digital dan Pelayanan Humanis
Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid ketika memberikan arahan pada kegiatan peringatan 100 Tahun RSAS.

Hargo.co.id, GORONTALO – Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) menandai satu abad pengabdiannya dengan pembukaan rangkaian peringatan HUT ke-100, Ahad (19/4/2026).

Berita Terkait:  Ismail Madjid Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Otanaha 2025

Momentum bersejarah ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Gorontalo untuk menegaskan arah baru layanan kesehatan yang lebih modern sekaligus berorientasi pada sentuhan kemanusiaan.

Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang hadir mewakili Wali Kota, menilai perjalanan panjang RSAS merupakan bukti konsistensi pelayanan sejak berdiri pada 1926.

Berita Terkait:  Ismail Madjid Sebut Gorontalo Semakin Maju dan Berkembang

Dari fasilitas kesehatan sederhana di masa kolonial, RSAS kini berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama di Provinsi Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini.

“Seratus tahun bukan sekadar angka, tetapi perjalanan pengabdian. Ini harus menjadi pijakan untuk melompat lebih jauh, bukan sekadar berpuas diri,” ujar Ismail Madjid.

Berita Terkait:  Zakat Fitrah 1446 Hijriah/2025 Resmi Ditetapkan Pemkot Gorontalo, Ini Besarannya

Ia menekankan pentingnya transformasi di tengah perubahan zaman, terutama dalam aspek digitalisasi layanan.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kini semakin tinggi, cepat, dan transparan.

Berita Terkait:  Adhan Pilih Aksi Nyata: 1.000 Bantuan Sembako Disalurkan Tanpa Seremoni

Dengan pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta pendapatan yang telah mencapai ratusan miliar rupiah,

RSAS dinilai memiliki kapasitas untuk berbenah lebih cepat, termasuk dalam pemeliharaan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan.

Berita Terkait:  Penilaian Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan Tingkat Provinsi, Kota Optimis Raih Juara

“Tidak boleh lagi ada keluhan klasik soal fasilitas atau lambatnya pelayanan. Manajemen harus sigap, karena kepercayaan publik sangat mudah tergerus di era digital,” tegasnya.

Di sisi lain, Ismail Madjid mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang berempati. Ia menegaskan bahwa faktor manusia tetap menjadi penentu utama dalam pelayanan kesehatan.

Berita Terkait:  Peduli Bencana Kekeringan di Paguyaman Pantai, Pemkot Gorontalo Kerahkan 2 Unit Mobil Tangki

“Rumah sakit yang maju bukan hanya soal gedung dan alat, tetapi bagaimana tenaga medis melayani dengan hati. Keramahan dan ketulusan itu yang paling diingat pasien,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan fungsi pengawasan internal, termasuk tim kode etik, agar profesionalisme tetap terjaga dan tidak terpengaruh persoalan pribadi.

Berita Terkait:  Ryan Harap, Liga Persigo U-40+ Lahirkan Output Positif

Lebih jauh, Pemkot menargetkan RSAS ke depan tidak hanya sebagai rumah sakit rujukan, tetapi juga berkembang menjadi rumah sakit pendidikan dan pusat layanan unggulan di kawasan Teluk Tomini, mencakup wilayah Sulawesi Utara hingga Sulawesi Tengah.

Target tersebut dinilai penting untuk menghadapi persaingan layanan kesehatan, termasuk kemungkinan hadirnya rumah sakit milik institusi pendidikan seperti Universitas Negeri Gorontalo.

Berita Terkait:  Hadiri Penutupan The Last of Katupat Day, Camat Kota Timur Imbau Warga Berperan Tangani Sampah

“Kita harus siap bersaing dengan kualitas, sistem digital yang kuat, dan pelayanan yang manusiawi,” ujar Ismail Madjid.

Peringatan satu abad RSAS ini sekaligus menjadi awal dari berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat,

Berita Terkait:  Tadarus Al-Qur’an Diharap jadi Bagian Kehidupan Warga Muslim di Kota Gorontalo

sekaligus mempertegas komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, modern, dan berintegritas.(Adv)