Hargo.co.id, GORONTALO – Komitmen menjaga kualitas gizi masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kota Gorontalo melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejak pagi buta, Senin (4/5/2026).
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, bersama Sekretaris Daerah Ismail Madjid yang juga Ketua Satgas MBG, turun langsung meninjau tiga dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Limba U I, Libuo, dan Biawu.
Sidak ini difokuskan pada pengecekan standar operasional, kualitas gizi, hingga sistem pengawasan di lapangan agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Indra Gobel menegaskan, pengawasan sejak tahap awal menjadi kunci untuk mencegah persoalan yang dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Pengawasan harus ketat sejak awal. Kalau ada masalah, tentu yang disorot adalah pimpinan daerah. Karena itu kami pastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Dari hasil peninjauan, ditemukan kondisi yang beragam di tiap lokasi. Beberapa dapur diketahui baru beroperasi sekitar dua pekan, sementara lainnya telah berjalan hingga tiga bulan.
Salah satu catatan penting muncul dari temuan bau tidak sedap pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di salah satu dapur.
Temuan tersebut langsung menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti oleh tim Satgas sesuai prosedur teknis.
Indra menegaskan, seluruh hasil pengawasan akan diproses berdasarkan rekomendasi lintas instansi, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR. Jika ditemukan ketidaksesuaian standar, maka langkah tegas akan diambil.
“Sudah ada sekitar sepuluh dapur MBG yang ditutup karena tidak memenuhi kelayakan. Setiap laporan kami teruskan ke pemerintah pusat untuk diputuskan apakah perlu disuspensi,” jelasnya.
Selain aspek teknis, ia juga menyoroti masih rendahnya jumlah penerima manfaat program MBG di Kota Gorontalo.
Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian agar program dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Sementara itu, dari sisi ketersediaan bahan pangan, pemerintah memastikan kondisi masih aman dan belum berdampak pada inflasi daerah.
“Pasokan bahan masih cukup karena penerima manfaat belum banyak. Saat ini fokus kita memastikan semua berjalan sesuai petunjuk teknis, mulai dari higienitas bangunan hingga kelancaran operasional. Soal inflasi akan menjadi perhatian berikutnya,” pungkasnya.(Adv)












