Kota Gorontalo

Setahun Menanti Penanganan, Warga Bulota Khawatir Abrasi Sungai Kian Mengancam Permukiman

×

Setahun Menanti Penanganan, Warga Bulota Khawatir Abrasi Sungai Kian Mengancam Permukiman

Share this article
Setahun Menanti Penanganan, Warga Bulota Khawatir Abrasi Sungai Kian Mengancam Permukiman
Abrasi sungai di Lingkungan V, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Warga Lingkungan V, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, kembali menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap abrasi sungai yang hingga kini belum mendapatkan penanganan.

Berita Terkait:  6.500 Remaja Masjid Dikukuhkan, Adhan: Pelopor Misi Kota Gorontalo Religi

Padahal, berbagai laporan dan usulan penanganan telah disampaikan kepada instansi terkait sejak tahun 2025.

Abrasi yang terjadi di kawasan tersebut terus mengalami perkembangan seiring derasnya aliran sungai yang menggerus bagian tebing di sekitar permukiman.

Berita Terkait:  Pengujian KIR Terkendala Lantaran Sistem Rusak

Kondisi itu membuat warga yang tinggal di dekat lokasi merasa waswas, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Salah seorang warga terdampak, Doro, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan masyarakat untuk menarik perhatian pemerintah agar segera mengambil langkah penanganan.

Berita Terkait:  Adhan Sebut Ada Upaya Menjebaknya dalam Kasus Penganiayaan di Sentral, Usai Puasa akan Demo Kejari

Menurutnya, laporan telah disampaikan kepada sejumlah instansi yang memiliki kewenangan dalam penanggulangan bencana maupun pengelolaan sungai.

Ia menjelaskan bahwa usulan penanganan juga telah diajukan melalui pemerintah kelurahan dan mendapat disposisi dari pemerintah daerah.

Berita Terkait:  Tujuh PPPK Batal Lulus, BKPP Kota Gorontalo Diduga Maladministrasi

Namun hingga memasuki pertengahan 2026, belum terlihat adanya pekerjaan fisik maupun langkah konkret di lapangan.

Warga menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengancam keselamatan penghuni rumah yang berada di sekitar titik abrasi.

Berita Terkait:  Basket Ball 3x3 Competition Patriorik Digelar Besok, Bakal Dihadiri Tri Hartanto

Saat ini terdapat beberapa anggota keluarga yang masih menempati rumah yang jaraknya cukup dekat dengan area yang terus mengalami pengikisan.

Selain pembangunan penahan tebing, warga berharap pemerintah dapat melakukan langkah darurat seperti normalisasi sungai untuk mengurangi tekanan arus yang menggerus bantaran.

Berita Terkait:  Kerja Nyata, Bukan Retorika: Adhan Menghemat Rp 68 Miliar Anggaran Daerah

Upaya tersebut dinilai dapat menjadi solusi sementara sembari menunggu program penanganan permanen direalisasikan.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan kajian dan tindakan di lapangan agar risiko abrasi tidak semakin besar.

Berita Terkait:  Jalan Palma Pernah Mulus di Periode Pertama Adhan, Kini Rusak dan akan Diperbaikinya Lagi

Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, kerusakan yang terjadi dapat meluas dan membahayakan permukiman warga di sekitar lokasi. (Mg-01)