Kota Gorontalo

Setahun Menanti Penanganan, Warga Bulota Khawatir Abrasi Sungai Kian Mengancam Permukiman

×

Setahun Menanti Penanganan, Warga Bulota Khawatir Abrasi Sungai Kian Mengancam Permukiman

Share this article
Setahun Menanti Penanganan, Warga Bulota Khawatir Abrasi Sungai Kian Mengancam Permukiman
Abrasi sungai di Lingkungan V, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Warga Lingkungan V, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, kembali menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap abrasi sungai yang hingga kini belum mendapatkan penanganan.

Berita Terkait:  Belum Genap Setahun Memimpin, Adhan-Indra Sukses Tingkatkan IPM

Padahal, berbagai laporan dan usulan penanganan telah disampaikan kepada instansi terkait sejak tahun 2025.

Abrasi yang terjadi di kawasan tersebut terus mengalami perkembangan seiring derasnya aliran sungai yang menggerus bagian tebing di sekitar permukiman.

Berita Terkait:  Sambut Ramadan, Dinas Kominfo Kota Gorontalo Gelar Halal Bihalal

Kondisi itu membuat warga yang tinggal di dekat lokasi merasa waswas, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Salah seorang warga terdampak, Doro, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan masyarakat untuk menarik perhatian pemerintah agar segera mengambil langkah penanganan.

Berita Terkait:  Kemenkeu RI Kabulkan Pemindahan RKUD Pemkot Gorontalo ke BTN

Menurutnya, laporan telah disampaikan kepada sejumlah instansi yang memiliki kewenangan dalam penanggulangan bencana maupun pengelolaan sungai.

Ia menjelaskan bahwa usulan penanganan juga telah diajukan melalui pemerintah kelurahan dan mendapat disposisi dari pemerintah daerah.

Berita Terkait:  Konsultan PT. SMI: Hasil Proyek PEN Pemkot Berkualitas dan Bermanfaat untuk Publik

Namun hingga memasuki pertengahan 2026, belum terlihat adanya pekerjaan fisik maupun langkah konkret di lapangan.

Warga menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengancam keselamatan penghuni rumah yang berada di sekitar titik abrasi.

Berita Terkait:  Nuzulul Qur’an di Masjid Agung, Wawali Indra Ajak Warga Kembali ke Nilai Al-Qur’an

Saat ini terdapat beberapa anggota keluarga yang masih menempati rumah yang jaraknya cukup dekat dengan area yang terus mengalami pengikisan.

Selain pembangunan penahan tebing, warga berharap pemerintah dapat melakukan langkah darurat seperti normalisasi sungai untuk mengurangi tekanan arus yang menggerus bantaran.

Berita Terkait:  Lurah Biawao Terus Benahi Infrastruktur Kantor, Turun Langsung Lakukan Pengecetan

Upaya tersebut dinilai dapat menjadi solusi sementara sembari menunggu program penanganan permanen direalisasikan.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan kajian dan tindakan di lapangan agar risiko abrasi tidak semakin besar.

Berita Terkait:  Dukung Festival Apangi, Pemkot Gorontalo Gandeng Distributor Gelar Pasar Murah

Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, kerusakan yang terjadi dapat meluas dan membahayakan permukiman warga di sekitar lokasi. (Mg-01)