Hargo.co.id, GORONTALO – Harapan panjang warga Kelurahan Wonggaditi Timur, Kecamatan Kota Utara, akhirnya mulai terjawab. Jalan Taman Buah yang selama bertahun-tahun dikeluhkan karena rusak parah kini mulai diperbaiki oleh Pemerintah Kota Gorontalo.
Bagi masyarakat setempat, dimulainya pekerjaan tersebut bukan sekadar proyek pembangunan jalan. Perbaikan itu menjadi simbol berakhirnya penantian yang selama ini hanya diwarnai janji tanpa realisasi.
Salah seorang warga, Naning Hambali, mengaku kondisi jalan yang rusak kerap menjadi bahan sindiran. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit orang yang menyebut ruas jalan tersebut lebih cocok ditanami pohon pisang dibanding dijadikan akses transportasi warga.
“Sering sekali kami mendapat sindiran karena kondisi jalan ini. Katanya lebih baik ditanami pisang daripada dilewati kendaraan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai diperbaiki,” ungkap Naning.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir warga berulang kali mendengar kabar bahwa jalan tersebut akan diperbaiki. Namun hingga kondisi jalan semakin memburuk, pekerjaan yang dinanti tak kunjung terlaksana.
“Selama ini hanya mendengar informasi akan diperbaiki, tetapi kenyataannya tidak pernah terealisasi. Sekarang akhirnya pekerjaan sudah berjalan,” katanya.
Perbaikan Jalan Taman Buah menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur yang saat ini dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo pada tiga ruas jalan sekaligus, yakni Jalan Pangeran Hidayat II, Jalan Taman Buah, dan Jalan Zainal Umar Sidiki (eks Jalan Palma).
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, turun langsung meninjau progres pembangunan di lapangan. Peninjauan dilakukan guna memastikan kualitas pekerjaan dan target pelaksanaan dapat tercapai sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Rasa syukur juga disampaikan Andi Madin Hasan, warga Jalan Taman Buah. Ia mengenang bahwa jalan tersebut pertama kali dibangun pada periode kepemimpinan Adhan Dambea sebelumnya.
Namun setelah mengalami kerusakan, perbaikan yang diharapkan warga tak kunjung dilakukan selama bertahun-tahun.
Menurut Andi, sempat ada upaya pengecoran oleh pihak swasta, tetapi kondisi jalan kembali rusak sehingga belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Alhamdulillah Pak Adhan kembali dipercaya memimpin Kota Gorontalo dan sekarang jalan ini mendapat perhatian lagi. Kami berterima kasih karena jalan yang dulu dibangun beliau kini kembali diperbaiki,” ujarnya.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat, Pemerintah Kota Gorontalo tetap menempatkan pembangunan infrastruktur dasar sebagai salah satu prioritas utama.
Seluruh pekerjaan pada tiga ruas jalan tersebut dibiayai melalui pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari pajak dan retribusi masyarakat.
Wali Kota Adhan Dambea menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini berkontribusi melalui kepatuhan membayar pajak. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan tetap berjalan meskipun daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Gorontalo yang telah taat membayar pajak. Melalui kontribusi tersebut, pembangunan tetap dapat dilaksanakan meskipun daerah sedang menghadapi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” ujar Adhan.
Diketahui, Kota Gorontalo mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp127 miliar sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Meski demikian, pemerintah daerah terus mengoptimalkan sumber-sumber PAD untuk menjaga keberlangsungan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.
Sejak dimulai pada awal Juli, pekerjaan perbaikan di tiga ruas jalan tersebut terus menunjukkan perkembangan.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan terbaru, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 14 hingga 15 persen dan ditargetkan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.(Adv)












