EkonomiGorontalo

PENAS XVII Jadi Berkah Ekonomi Warga, UMKM hingga Bentor Panen Rezeki

×

PENAS XVII Jadi Berkah Ekonomi Warga, UMKM hingga Bentor Panen Rezeki

Share this article
PENAS XVII Jadi Berkah Ekonomi Warga, UMKM hingga Bentor Panen Rezeki
Kawasan kuliner yang ada di Taman Menara Keagungan tampak ramai di kunjungi peserta PENAS XVII.

Hargo.co.id, GORONTALO – Gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 tak hanya menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat Gorontalo.

Berita Terkait:  Nishi Izakaya Hadirkan Asian Crossover & Refresh Series, Perpaduan Rasa Asia Tenggara dalam Hidangan Jepang

Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan tamu dari berbagai daerah terbukti menggerakkan aktivitas usaha rakyat di berbagai sektor.

Sejak peserta PENAS mulai berdatangan, kawasan pusat kegiatan dan sejumlah titik strategis di Kota Gorontalo dipadati pengunjung. Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya omzet pedagang kuliner, pelaku UMKM, hingga jasa transportasi lokal.

Berita Terkait:  Kenapa Cavalier King Charles Spaniel Jadi Salah Satu Doggy Favorit Pecinta Hewan

Salah satu pedagang makanan, Rogi (28), mengaku penjualannya melonjak dibanding hari-hari biasa. Ramainya pengunjung membuat dagangannya laris sejak pagi hingga malam hari.

“Alhamdulillah, penjualan meningkat cukup signifikan. Yang paling banyak dicari pengunjung itu nasi goreng dan ayam lalapan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Kementerian PU dan BUMN Karya Buka Akses Jalan di Aceh Tamiang serta Pasok Air Bersih bagi Masyarakat Kuala Simpang yang Terdampak Banjir dan Longsor

Mengantisipasi tingginya permintaan selama PENAS berlangsung, Rogi menambah persediaan bahan baku jauh sebelum acara dimulai. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi meski jumlah pembeli terus bertambah.

Menurutnya, kegiatan berskala nasional seperti PENAS memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil karena mampu menghadirkan pasar baru dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Berita Terkait:  Sukses Tekan Stunting dan Tingkatkan CKG, Gubernur Gusnar Apresiasi Nakes Gorontalo

Dampak positif serupa juga dirasakan para pengemudi bentor, transportasi khas Gorontalo yang menjadi salah satu pilihan mobilitas peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan PENAS XVII.

Muliadi (42), seorang pengemudi bentor, mengaku pendapatannya meningkat karena tingginya mobilitas peserta dan tamu yang membutuhkan layanan transportasi menuju lokasi kegiatan, hotel, penginapan, hingga berbagai destinasi wisata dan kuliner.

Berita Terkait:  Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir sebagai Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia

“Dari pagi sampai malam cukup banyak penumpang. Kebanyakan peserta PENAS yang ingin ke lokasi acara, hotel, tempat makan, atau jalan-jalan di Kota Gorontalo,” katanya.

Menariknya, banyak tamu dari luar daerah yang mengaku penasaran dengan bentor karena kendaraan tersebut tidak ditemukan di daerah asal mereka. Hal itu menjadi pengalaman tersendiri bagi Muliadi yang sekaligus memperkenalkan budaya dan keunikan Gorontalo kepada para pengunjung.

Berita Terkait:  Pertimbangkan Kondisi Pasar, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif

“Banyak yang bilang bentor unik. Mereka senang naik bentor dan bertanya banyak tentang Gorontalo,” tuturnya.

Meski aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan meningkat selama pelaksanaan PENAS, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi para pelaku usaha jasa untuk memperoleh lebih banyak pelanggan.

Berita Terkait:  Konsultasi Bisnis Strategi Efba Consulting dalam Menaikkan Omzet Perusaahan Di 2026

Para pedagang dan pengemudi bentor berharap event nasional seperti PENAS dapat semakin sering digelar di Gorontalo.

Selain menjadi sarana promosi daerah, kegiatan tersebut dinilai efektif mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung,

Berita Terkait:  KAI Daop 2 Bandung Siapkan Sejumlah Petugas untuk Menjaga Keamanan, Keselamatan, dan Kenyamanan Perjalanan Kereta Api pada Masa Angkutan Nataru 2025/2026

mulai dari sektor perdagangan, UMKM, transportasi, hingga jasa pendukung lainnya.

PENAS XVII pun tidak hanya meninggalkan manfaat di bidang pertanian dan perikanan, tetapi juga menghadirkan efek berganda yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput. Dampak ekonomi inilah yang menjadi salah satu wajah sukses penyelenggaraan PENAS di Bumi Serambi Madinah.(Awl) 

Berita Terkait:  Jangan Salah Pilih! Kenali 6 Perbedaan Tote Bag dan Tas Goodie Bag Berikut Ini