Hargo.co.id, GORONTALO – Kabupaten Bone Bolango belakangan ini menjadi perbincangan publik setelah muncul berbagai sorotan yang beredar di media sosial terkait kepemimpinan daerah tersebut.
Sorotan itu bermula dari unggahan sebuah akun media sosial yang menuding kepala daerah melakukan praktik yang tidak semestinya. Dalam unggahan tersebut, kepala daerah disebut meminta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan sumbangan dalam rangka pesta hajatan salah satu anggota keluarga.
Tak hanya itu, akun yang sama juga menyoroti dugaan adanya permintaan fee kepada penyedia obat-obatan di RSUD Toto Kabila yang disebut dilakukan oleh salah satu keluarga dekat bupati.
Unggahan tersebut kemudian ramai mendapat tanggapan dari masyarakat.
Beragam komentar memenuhi kolom diskusi, mulai dari kritik terhadap pemerintahan saat ini
hingga sindiran terhadap sejumlah janji kampanye yang pernah disampaikan, termasuk program “1 KK dua ekor sapi”.
Di tengah berbagai sorotan yang berkembang, sebagian warga mulai membandingkan kondisi saat ini dengan masa kepemimpinan Bupati Bone Bolango sebelumnya, Merlan Uloli.
Menurut mereka, pada masa kepemimpinan Merlan, daerah tersebut relatif jauh dari berbagai isu negatif yang menjadi konsumsi publik.
Bagi banyak warga, Merlan Uloli dikenal sebagai sosok pemimpin yang mampu menghadirkan suasana sejuk dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Gaya kepemimpinannya dinilai mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Kalau dulu masih Ibu Merlan, daerah kami tidak pernah menjadi bahan cibiran warganet. Ya, itu karena sikap Ibu Merlan yang selalu memberikan kesejukan untuk daerah,” ujar Herlina, warga Bone Bolango, kepada pewarta.
Pandangan serupa juga disampaikan Hendrik, warga Tilongkabila. Menurutnya, Merlan Uloli merupakan pemimpin yang benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun keluarga.
“Bu Merlan itu bekerja untuk rakyat. Selama beliau memimpin, masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana pemerintahan berjalan dengan baik. Beliau juga jauh dari praktik-praktik yang berbau nepotisme,” kata Hendrik.
Tak hanya dikenal dekat dengan masyarakat, Merlan juga dinilai mampu menjaga stabilitas pemerintahan dan membangun komunikasi yang harmonis dengan berbagai elemen daerah.
Hal itu membuat berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan polemik yang berkepanjangan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, di tengah berbagai sorotan yang kini mengemuka, tidak sedikit warga yang mengaku
merindukan gaya kepemimpinan Merlan Uloli yang dinilai santun, teduh, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Bagi mereka, kepemimpinan yang mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kepentingan rakyat merupakan modal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.(Ndi)












