Advertorial

Gunakan PSL Saat Upacara 17 Agustus, Kakanwil Ungkap Filosofi PSL Kemenhaj

×

Gunakan PSL Saat Upacara 17 Agustus, Kakanwil Ungkap Filosofi PSL Kemenhaj

Share this article
Gunakan PSL Saat Upacara 17 Agustus, Kakanwil Ungkap Filosofi PSL Kemenhaj
Pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI oleh Kemenhaj Gorontalo di halaman UPT Asrama Haji Gorontalo, Senin (17/8/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman UPT Asrama Haji Gorontalo, Senin (17/8/2026).

Berita Terkait:  DPRD Pohuwato Apresiasi Kontribusi Perusahaan dan Pembentukan Koperasi Plasma Kemitraan IGL dan BTL

Pelaksanaan upacara tersebut menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah RI, seluruh peserta upacara mengenakan PSL (Pakaian Sarung Lengkap).

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengatakan penggunaan PSL bukan sekadar pilihan busana, tetapi memiliki filosofi, sejarah perjuangan hingga makna yang kuat bagi keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah.

Berita Terkait:  Sambut Lebaran, PT AGIT Gelar Bazar Ramadan dan Salurkan Paket Sembako Untuk 8.500 KK di Gorut

“Baju yang kita gunakan melambangkan sebuah filosofi yang sangat besar bagi kami di Kemenhaj RI, sampai dengan wilayah dan daerah. Sarung merupakan bagian dari akar sejarah yang panjang dan memiliki makna simbolis bahwa kita adalah warga negara Nusantara yang sarat dengan kesederhanaan, dekat dengan masyarakat dan dekat dengan umat,” ujar Mansur.

Menurutnya, filosofi PSL juga tercermin pada jas yang dikenakan. Jas tersebut melambangkan progresivitas dan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Berita Terkait:  Rencana Pembangunan Industri Pertanian di Sekitar Pelabuhan Anggrek Tuai Tanggapan Kadin

Sementara itu, dasi kupu-kupu yang menjadi bagian dari PSL memiliki makna kesiapan untuk berkhidmat

dan memberikan pelayanan terbaik, khususnya kepada jemaah haji di seluruh Nusantara.

Berita Terkait:  Berbagi untuk Sesama, Pertamina Patra Niaga Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

“Dasi kupu-kupu yang kita kenakan menandakan bahwa kita siap berkhidmat memberikan layanan terbaik,

khususnya kepada jemaah haji di seluruh Nusantara,” katanya.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi

Mansur menegaskan, PSL sebagai pakaian kebesaran Kementerian Haji dan Umrah harus dijaga

sekaligus dimaknai melalui sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas.

Berita Terkait:  Gelar Rapat Perdana, Sekwan Boalemo Perkuat Kerja Kolektif AKD

“Bagi kita warga Kementerian Haji dan Umrah, pakaian kebesaran ini harus kita jaga.

Seragam PSL ini jika diimplementasikan dalam layanan publik, maka Kementerian Haji dan Umrah,

Berita Terkait:  BTN Gorontalo Perkuat Funding dan Digitalisasi, Kinerja Tumbuh Pesat

seluruh personelnya dari pusat sampai jajaran terbawah, harus mampu menghadirkan layanan yang merakyat, khidmat, dan profesional,” tandasnya.(Rls)