Advertorial

Baju Karawo hingga Upia Karanji: Kemenhaj Dorong UMKM Gorontalo Garap Pasar Haji

×

Baju Karawo hingga Upia Karanji: Kemenhaj Dorong UMKM Gorontalo Garap Pasar Haji

Share this article
Baju Karawo hingga Upia Karanji_ Kemenhaj Dorong UMKM Gorontalo Garap Pasar Haji
Suasana kegiatan Konsolidasi Pengelolaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Aula Muzdalifah, Asrama Haji Gorontalo, Sabtu (29/8/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, mengungkapkan potensi besar ekonomi yang digerakkan oleh 221 ribu jemaah haji per tahun. Ia sekaligus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gorontalo untuk mengambil bagian dalam ekosistem tersebut.

Berita Terkait:  RSUD ZUS Gorut Ditunjuk Jadi Lokasi Tes Kesehatan PPPK Guru

“Haji itu harus membawa dampak pada peningkatan ekonomi. Nilainya sangat besar,” terang Mansur saat membuka kegiatan Konsolidasi Pengelolaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Aula Muzdalifah, Asrama Haji Gorontalo, Sabtu (29/8/2026).

Mansur menjelaskan bahwa sektor ekonomi haji sebelumnya belum banyak dilirik.

Berita Terkait:  Gelar Sosialisasi di Pohuwato, TASPEN Dorong Literasi Keuangan dan Layanan Digital

Namun kini, Kemenhaj RI terus mendorong penguatan ekosistem tersebut agar manfaat ibadah haji dan umrah tidak hanya dirasakan oleh jemaah,

tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait:  Syam T. Ase: Seluruh Kader PPP Batudaa Cs Siap Menangkan Sawaludin

Di hadapan para pelaku UMKM, ia menegaskan bahwa potensi besar ini harus dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan kuota nasional yang mencapai sekitar 221 ribu jemaah per tahun,

Berita Terkait:  Peduli Korban Bencana di Gorontalo, Gobel Group Salurkan Bantuan Logistik Hingga Laundry Gratis

estimasi perputaran biaya perjalanan ibadah haji dan umrah diproyeksikan menembus angka lebih dari Rp21 triliun.

“Kita bisa memanfaatkan ekosistem ekonomi haji ini melalui penyediaan perlengkapan ibadah khas daerah, seperti baju karawo, selendang, hingga upia karanji. Dengan jumlah sekitar 800 jemaah asal Gorontalo setiap tahunnya, kita bisa menghitung potensi keuntungan ekonomi yang dapat diserap oleh UMKM,” ujarnya.

Berita Terkait:  UMKM Silahkan Jualan di Pinggiran Eks Jalan Andalas dan Cokroaminoto, Adhan: Saya Pasang Badan

Lebih lanjut, Mansur menekankan bahwa besarnya potensi ini harus dikelola secara tepat agar perputaran uang tidak hanya berpusat di Arab Saudi.

Pemanfaatan produk lokal diharapkan mampu menjadi pendorong ekonomi nasional sekaligus penggerak roda ekonomi kerakyatan di Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Borong 6 PROPER Hijau, Tegaskan Komitmen Lingkungan Berkelanjutan

Sebagai langkah konkret, Kanwil Kemenhaj Gorontalo saat ini gencar berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal

guna mengoptimalkan serapan produk dari aktivitas ibadah para jemaah.

Berita Terkait:  Mulai Diterima Penambang, Progress Program Tali Asih PGP Berjalan Lancar

“Kabarkan kepada keluarga dan tetangga bahwa ibadah haji juga menggerakkan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa

serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Gorontalo,” pungkas Mansur.(Rls) 

Berita Terkait:  Stok BBM Dipastikan Aman, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Distribusi di Tiga Daerah Sulsel