Advertorial

Oli Diragukan Keasliannya? Jangan Tunggu Mesin Rusak, Segera Periksa Motor di AHASS

×

Oli Diragukan Keasliannya? Jangan Tunggu Mesin Rusak, Segera Periksa Motor di AHASS

Share this article
Oli Diragukan Keasliannya_ Jangan Tunggu Mesin Rusak, Segera Periksa Motor di AHASS
Teknisi sepeda motor honda pada bengkel resmi AHASS menangani sepeda motor anda dengan profesional. (Foto: Dok DAW)

Hargo.co.id, MANADO – Penggunaan oli yang diragukan keasliannya tak boleh dianggap sepele. Meski dampaknya belum tentu langsung terasa, oli yang tidak sesuai standar berpotensi mengganggu kinerja pelumasan dan mempercepat keausan komponen mesin.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Bekali UMKM Manado Kuasai Pasar Digital

PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) mengingatkan pemilik sepeda motor Honda yang telanjur menggunakan oli diduga palsu agar tidak menunggu munculnya gejala kerusakan. Kendaraan disarankan segera dibawa ke bengkel resmi Honda atau AHASS untuk pemeriksaan.

Technical Service Department Head PT DAW, Ridwan Marpela, mengatakan konsumen tidak perlu panik jika baru menyadari oli yang digunakan diragukan keasliannya.

Berita Terkait:  Pasca Penetapan Pemilu, Warga Gorontalo Diminta Jaga Stabilitas Kamtibmas Daerah

Namun, langkah penanganan sebaiknya segera dilakukan dengan menguras oli lama dan menggantinya menggunakan oli asli yang sesuai dengan spesifikasi sepeda motor.

“Jika sudah terlanjur menggunakan oli palsu, konsumen tidak perlu panik, tetapi sebaiknya segera membawa sepeda motor ke AHASS. Oli lama dapat dikuras dan diganti dengan oli asli sesuai spesifikasi, kemudian kondisi mesin juga diperiksa untuk memastikan tidak ada dampak akibat penggunaan oli tersebut,” ujar Ridwan.
Berita Terkait:  Jangan Asal Pilih Travel, Kakanwil Kemenhaj Gorontalo Tekankan Pentingnya Cek Rekam Jejak

Menurutnya, persoalan oli palsu bukan hanya berkaitan dengan kualitas pelumasan. Oli yang tidak memenuhi standar dapat membuat perlindungan terhadap komponen mesin tidak bekerja secara optimal.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan gesekan antarkomponen. Jika berlangsung dalam waktu lama atau terjadi berulang, keausan pada bagian-bagian mesin dapat menjadi lebih cepat.

Berita Terkait:  Pertamina dan Hiswana Migas Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sigi

Dampaknya pun bisa merembet pada performa kendaraan. Bila kerusakan sudah berkembang, biaya yang diperlukan untuk perbaikan tentunya dapat menjadi lebih besar.

Untuk itu, DAW menyarankan pemilik kendaraan segera mengambil langkah setelah mengetahui oli yang digunakan bermasalah. Oli lama dikuras, kemudian diganti dengan produk yang sesuai spesifikasi kendaraan.

Berita Terkait:  Pertamina Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama di Sulut

Pemeriksaan oleh teknisi AHASS juga diperlukan untuk mengetahui apakah penggunaan oli tersebut telah menimbulkan dampak pada kondisi mesin.

Selain itu, konsumen diminta tidak mudah tergiur produk dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran. Harga yang murah bukan satu-satunya pertimbangan. Keaslian dan kesesuaian produk dengan spesifikasi kendaraan juga harus menjadi perhatian.

Berita Terkait:  Pj Gubernur Apresiasi Coastal Clean Up PLN Nusantara Power

Khusus AHM Oil, konsumen dapat mengecek sejumlah tanda pengaman pada kemasan, termasuk segel hologram dan kode pengaman. Keaslian produk juga dapat diperiksa melalui QR Code pada kemasan sesuai petunjuk yang tersedia.

DAW menegaskan, penggunaan oli yang tepat harus diikuti dengan perawatan kendaraan secara berkala.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Pastikan Operasional Energi Tetap Aman Pasca Gempa Sulut-Malut

Servis rutin di AHASS membantu teknisi mendeteksi kondisi mesin sejak dini sehingga potensi gangguan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Jadi, jika telanjur menggunakan oli yang diragukan keasliannya, jangan menunggu mesin menunjukkan gejala kerusakan. Segera kuras, ganti dengan oli sesuai spesifikasi, dan periksakan kendaraan di AHASS.(Tro) 

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Perketat Pengawasan, SPBU di Sinjai Dibina Usai Penyaluran Solar Subsidi Bermasalah