Hargo.co.id, SULSEL – Kondisi antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan mulai berangsur normal.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pelayanan pengisian BBM di SPBU resmi tetap berjalan dan masyarakat dapat membeli Pertalite sesuai kebutuhan.
Hasil pemantauan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU kini relatif lebih terkendali. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena dapat memicu kepadatan pelayanan.
Di tengah kondisi tersebut, Pertamina kembali mengingatkan masyarakat agar memperoleh Pertalite melalui jaringan SPBU resmi. Pembelian BBM secara eceran, termasuk melalui Pertamini, bukan bagian dari jaringan distribusi resmi Pertamina.
Harga BBM yang dijual pedagang eceran juga ditentukan masing-masing penjual sehingga tidak menjadi acuan harga resmi Pertamina.
Sementara itu, pengisian langsung di SPBU resmi memungkinkan masyarakat memperoleh BBM dengan harga sesuai ketentuan, sekaligus memastikan takaran dan kualitasnya berada dalam pengawasan sesuai ketentuan metrologi.
Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi antrean di SPBU saat ini sudah lebih terkendali.
“Antrean di SPBU saat ini sudah lebih terkendali dan pelayanan berjalan lancar. Kami mengimbau masyarakat melakukan pengisian langsung di SPBU resmi Pertamina agar mendapatkan Pertalite dengan harga sesuai ketentuan, sekaligus memastikan takaran dan kualitas BBM yang diterima,” ujar Okky, Sabtu (19/9/2026).
Selain mengimbau masyarakat membeli BBM di SPBU resmi, Pertamina juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi Pemerintah dapat dikenai pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga terus melakukan pemantauan terhadap stok serta realisasi penyaluran BBM di wilayah Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Masyarakat diminta menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak melakukan panic buying. Pembelian berlebihan dinilai justru berpotensi meningkatkan kepadatan dan mengganggu kelancaran pelayanan di SPBU.
Jika menemukan kendala pelayanan ataupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, masyarakat dapat menyampaikan laporan
melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.(Rls)












