Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Boalemo memastikan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Boalemo mulai menerima siswa rintisan pada 2027.
Kepastian itu disampaikan Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali, Kamis (27/8/2026), di Bolihutuo, setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menetapkan keputusan pembangunan SNT di Kabupaten Boalemo.
Lahmuddin mengatakan, sebelum gedung permanen selesai dibangun, siswa rintisan akan menempati Kampus Diklat BKD Kabupaten Boalemo di Desa Tutulo, Kecamatan Botumoito.
“Jadi siswa-siswi rintisan ini sementara akan menempati Kampus Diklat Tutulo, seperti Sekolah Rakyat kemarin,” ujar Lahmuddin Hambali.
Pada tahap awal, SNT Boalemo akan menerima 80 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar untuk jenjang SMP dan SMA.
Sementara itu, gedung permanen SNT direncanakan dibangun di lahan sekitar 15 hektare di Kecamatan Paguyaman dengan dukungan anggaran sekitar Rp300 miliar.
Sekolah tersebut nantinya dirancang dengan berbagai fasilitas pendidikan yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan kreativitas, olahraga, serta peningkatan kompetensi siswa dan tenaga pendidik.
Konsep SNT Boalemo mencakup Smart Classroom & Green School, laboratorium berstandar internasional,
perpustakaan modern dan learning commons, fasilitas seni dan studio, pusat inovasi tenaga pendidik, hingga International Sport Center.
Laboratorium yang disiapkan mencakup bidang Biologi, Fisika, Kimia, Bioteknologi, Komputer dan kecerdasan buatan (AI), serta Bahasa. Selain itu, tersedia pula fasilitas praktik seperti lahan pertanian dan peternakan.
Untuk pengembangan kreativitas, SNT akan memiliki studio musik, seni rupa, tari dan teater, serta auditorium. Sementara fasilitas olahraga mencakup lapangan sepak bola dan basket, kolam renang, area atletik, serta gedung olahraga multifungsi.
Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap pembangunan SNT dapat memperkuat kualitas pendidikan
sekaligus membuka akses terhadap sistem pembelajaran yang lebih modern dan terintegrasi bagi generasi muda di daerah tersebut.(Rls)












