Kab. Boalemo

Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari: Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa

×

Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari: Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa

Share this article
Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari: Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa
Kondisi jembatan di Wonosari, Kabupaten Boalemo yang nyaris ambruk.

Hargo.co.id, GORONTALO – Jembatan beton di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, nyaris ambruk dan kini tak lagi aman untuk dilalui.

Berita Terkait:  Wabup Lahmudin Hadiri Istighotsah Kubro dan Harlah ke-80 Muslimat NU di Wonosari

Struktur beton bagian tengah jembatan telah retak dan mulai runtuh, menyisakan celah besar yang sangat membahayakan. Hingga kini, belum ada upaya perbaikan atau tanggapan dari pemerintah daerah.

Jembatan ini merupakan akses utama warga untuk menuju pusat desa, sekolah, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Berita Terkait:  Wabup Boalemo Apresiasi Kepedulian Rusli Habibie dan Idah Syahidah ke Warga

Namun karena kerusakan yang makin parah, warga tak lagi berani melintas menggunakan kendaraan roda empat. Bahkan, untuk pejalan kaki dan motor pun kini harus ekstra hati-hati.

Melihat situasi darurat ini, warga melakukan gotong royong dan membangun jalur darurat dengan cara membentangkan papan kayu di sela-sela struktur jembatan yang ambruk sebagian.

Berita Terkait:  Rum Pagau Minta Perda Jaminan Sosial Segera Diselesaikan

Jalur darurat itu, dibuat di atas kerangka beton yang sudah mulai roboh, agar masyarakat tetap bisa melintas meski sangat berisiko.

Raman Tamu, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Kawasan Paguyaman Raya Gorontalo (AMPKPRG) menyoroti kondisi jembatan yang kian memprihatinkan.

Berita Terkait:  Harian Gorontalo Post Kirim Perwakilan jadi Penguji Kompetensi di SMKN 1 Boalemo

Ia menyatakan bahwa struktur jembatan tersebut telah mengalami kerusakan parah dan berada dalam kondisi sangat kritis, sehingga tidak lagi layak digunakan sebagai jalur penghubung.

Menurutnya, jika tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan dari pihak terkait, dikhawatirkan jembatan tersebut bisa runtuh sepenuhnya dan membahayakan keselamatan warga yang melintas.

Berita Terkait:  ABPEDNAS Boalemo Perkuat Konsolidasi BPD, Gandeng Kejaksaan Kawal Tata Kelola Desa

“Kondisinya sudah sangat kritis. Bagian tengah jembatan mulai runtuh, sehingga warga terpaksa membentangkan papan kayu di sela-sela struktur yang ambruk agar jembatan masih bisa dilewati. Hal ini harus segera mendapat perhatian dari pemerintah untuk segera ditangani,” ungkap Raman.

Raman mengecam keras lambannya respon pemerintah daerah terhadap krisis infrastruktur ini.
Berita Terkait:  Temui Ketua Komisi IV DPR RI, Bupati Rum Lobi Bantuan Benih Tanaman Tahunan

Menurutnya, tindakan warga yang membangun jalur darurat sendiri adalah bukti nyata kurangnya perhatian dari pihak berwenang terhadap keselamatan masyarakat.

“Ini mestinya jadi tanggung jawab pemerintah. Warga tidak seharusnya membahayakan diri dengan membuat jalur darurat seadanya. Sampai dimana kepedulian pemerintah saat ini untuk menanggulangi hal tersebut?,” tegas Raman.

Berita Terkait:  Ketahuan Bahugel dengan Sang Pujaan Hati, Oknum ASN di Pohuwato Dilaporkan ke BKPSDM

Ia menambahkan, bila kerusakan jembatan ini terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan tidak mungkin akan terjadi kecelakaan fatal.

“Kalau sampai ada korban, siapa yang bertanggung jawab?,” ujarnya.

Berita Terkait:  Dikbud Boalemo Seleksi Calon Kepsek, Rum: Yang Terpilih Sesuai Penilaian Karakter dan Kompetensi

Warga pun mengaku hanya bisa mengandalkan kemampuan sendiri. Dengan alat dan bahan seadanya, mereka mengikat dan menyusun papan kayu agar bisa menopang kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Namun mereka sadar, ini hanya solusi sementara yang penuh risiko. Bahkan, beberapa warga secara sukarela berjaga hingga larut malam di sekitar jembatan.

Berita Terkait:  Boalemo Genap 27 Tahun, Rum-Lahmuddin Dorong Daerah Makin Maju

Mereka memastikan jalur darurat bisa dilalui dengan aman dan membantu pengguna jalan yang kesulitan saat melintas. Aksi solidaritas ini dilakukan tanpa pamrih, demi keselamatan bersama.(MG)