Kab. Boalemo

Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari: Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa

×

Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari: Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa

Share this article
Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari_ Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa
Kondisi jembatan di Wonosari, Kabupaten Boalemo yang nyaris ambruk.

Hargo.co.id, GORONTALO – Jembatan beton di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, nyaris ambruk dan kini tak lagi aman untuk dilalui.

Berita Terkait:  Wabup Boalemo Tekankan Inovasi Layanan dan Percepatan Digitalisasi Pembayaran di RSCG

Struktur beton bagian tengah jembatan telah retak dan mulai runtuh, menyisakan celah besar yang sangat membahayakan. Hingga kini, belum ada upaya perbaikan atau tanggapan dari pemerintah daerah.

Jembatan ini merupakan akses utama warga untuk menuju pusat desa, sekolah, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Berita Terkait:  Kemendiktisaintek Survei Tiga Titik Lahan Calon Sekolah Garuda di Boalemo

Namun karena kerusakan yang makin parah, warga tak lagi berani melintas menggunakan kendaraan roda empat. Bahkan, untuk pejalan kaki dan motor pun kini harus ekstra hati-hati.

Melihat situasi darurat ini, warga melakukan gotong royong dan membangun jalur darurat dengan cara membentangkan papan kayu di sela-sela struktur jembatan yang ambruk sebagian.

Berita Terkait:  Rum Pastikan, Mutasi Pejabat Jauh dari Dendam Politik

Jalur darurat itu, dibuat di atas kerangka beton yang sudah mulai roboh, agar masyarakat tetap bisa melintas meski sangat berisiko.

Raman Tamu, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Kawasan Paguyaman Raya Gorontalo (AMPKPRG) menyoroti kondisi jembatan yang kian memprihatinkan.

Berita Terkait:  ASN Boalemo Diperkuat Kemampuan Pemetaan Digital untuk Dukung Perencanaan Pembangunan

Ia menyatakan bahwa struktur jembatan tersebut telah mengalami kerusakan parah dan berada dalam kondisi sangat kritis, sehingga tidak lagi layak digunakan sebagai jalur penghubung.

Menurutnya, jika tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan dari pihak terkait, dikhawatirkan jembatan tersebut bisa runtuh sepenuhnya dan membahayakan keselamatan warga yang melintas.

Berita Terkait:  Rum-Lahmuddin Segera Rombak Kabinet, Hasil Uji Kompetensi jadi Landasan Penilaian

“Kondisinya sudah sangat kritis. Bagian tengah jembatan mulai runtuh, sehingga warga terpaksa membentangkan papan kayu di sela-sela struktur yang ambruk agar jembatan masih bisa dilewati. Hal ini harus segera mendapat perhatian dari pemerintah untuk segera ditangani,” ungkap Raman.

Raman mengecam keras lambannya respon pemerintah daerah terhadap krisis infrastruktur ini.
Berita Terkait:  Rum Pagau Pacu Ekonomi Hijau dan Peternakan Modern di Boalemo

Menurutnya, tindakan warga yang membangun jalur darurat sendiri adalah bukti nyata kurangnya perhatian dari pihak berwenang terhadap keselamatan masyarakat.

“Ini mestinya jadi tanggung jawab pemerintah. Warga tidak seharusnya membahayakan diri dengan membuat jalur darurat seadanya. Sampai dimana kepedulian pemerintah saat ini untuk menanggulangi hal tersebut?,” tegas Raman.

Berita Terkait:  Ini Penyebab Terminal di Boalemo Tak Difungsikan Lagi

Ia menambahkan, bila kerusakan jembatan ini terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan tidak mungkin akan terjadi kecelakaan fatal.

“Kalau sampai ada korban, siapa yang bertanggung jawab?,” ujarnya.

Berita Terkait:  Bupati Boalemo Ingatkan Pentingnya Keamanan Fasilitas Sekolah

Warga pun mengaku hanya bisa mengandalkan kemampuan sendiri. Dengan alat dan bahan seadanya, mereka mengikat dan menyusun papan kayu agar bisa menopang kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Namun mereka sadar, ini hanya solusi sementara yang penuh risiko. Bahkan, beberapa warga secara sukarela berjaga hingga larut malam di sekitar jembatan.

Berita Terkait:  Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Bupati Boalemo Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan

Mereka memastikan jalur darurat bisa dilalui dengan aman dan membantu pengguna jalan yang kesulitan saat melintas. Aksi solidaritas ini dilakukan tanpa pamrih, demi keselamatan bersama.(MG)