Kab. Boalemo

Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari: Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa

×

Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari: Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa

Share this article
Jembatan Nyaris Ambruk di Wonosari_ Warga Bertaruh Nyawa, Pemerintah Diam Seribu Bahasa
Kondisi jembatan di Wonosari, Kabupaten Boalemo yang nyaris ambruk.

Hargo.co.id, GORONTALO – Jembatan beton di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, nyaris ambruk dan kini tak lagi aman untuk dilalui.

Berita Terkait:  Bupati Boalemo Seriusi Persoalan Rusaknya Lahan Tebu Milik PT. PG Tolangohula

Struktur beton bagian tengah jembatan telah retak dan mulai runtuh, menyisakan celah besar yang sangat membahayakan. Hingga kini, belum ada upaya perbaikan atau tanggapan dari pemerintah daerah.

Jembatan ini merupakan akses utama warga untuk menuju pusat desa, sekolah, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Berita Terkait:  Masalah Sampah di Boalemo Jadi Perhatian, Wabup Lahmuddin Temui Rusli Habibie

Namun karena kerusakan yang makin parah, warga tak lagi berani melintas menggunakan kendaraan roda empat. Bahkan, untuk pejalan kaki dan motor pun kini harus ekstra hati-hati.

Melihat situasi darurat ini, warga melakukan gotong royong dan membangun jalur darurat dengan cara membentangkan papan kayu di sela-sela struktur jembatan yang ambruk sebagian.

Berita Terkait:  Bupati Rum Dorong Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Dasar Hingga Tingkat Dusun

Jalur darurat itu, dibuat di atas kerangka beton yang sudah mulai roboh, agar masyarakat tetap bisa melintas meski sangat berisiko.

Raman Tamu, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Kawasan Paguyaman Raya Gorontalo (AMPKPRG) menyoroti kondisi jembatan yang kian memprihatinkan.

Berita Terkait:  Raihan WTP Pemkab Boalemo, Kado Spesial 100 Hari Pemerintahan Rum-Lahmuddin

Ia menyatakan bahwa struktur jembatan tersebut telah mengalami kerusakan parah dan berada dalam kondisi sangat kritis, sehingga tidak lagi layak digunakan sebagai jalur penghubung.

Menurutnya, jika tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan dari pihak terkait, dikhawatirkan jembatan tersebut bisa runtuh sepenuhnya dan membahayakan keselamatan warga yang melintas.

Berita Terkait:  Dirikan Rumah Gizi di Piloliyanga, Bupati Rum Apresiasi Mahasiswa KKN UNG

“Kondisinya sudah sangat kritis. Bagian tengah jembatan mulai runtuh, sehingga warga terpaksa membentangkan papan kayu di sela-sela struktur yang ambruk agar jembatan masih bisa dilewati. Hal ini harus segera mendapat perhatian dari pemerintah untuk segera ditangani,” ungkap Raman.

Raman mengecam keras lambannya respon pemerintah daerah terhadap krisis infrastruktur ini.
Berita Terkait:  Wabup Lahmuddin Ajak Lulusan SMP di Lahumbo Lanjutkan Pendidikan ke SMA

Menurutnya, tindakan warga yang membangun jalur darurat sendiri adalah bukti nyata kurangnya perhatian dari pihak berwenang terhadap keselamatan masyarakat.

“Ini mestinya jadi tanggung jawab pemerintah. Warga tidak seharusnya membahayakan diri dengan membuat jalur darurat seadanya. Sampai dimana kepedulian pemerintah saat ini untuk menanggulangi hal tersebut?,” tegas Raman.

Berita Terkait:  Tim Damkar Boalemo Evakuasi Anak yang Terjebak di Wahana Alun-alun

Ia menambahkan, bila kerusakan jembatan ini terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan tidak mungkin akan terjadi kecelakaan fatal.

“Kalau sampai ada korban, siapa yang bertanggung jawab?,” ujarnya.

Berita Terkait:  Tiga Sekolah yang Baru Dibangun Alami Kerusakan, Bupati Rum Geram, Kontraktor Harus Bertanggungjawab

Warga pun mengaku hanya bisa mengandalkan kemampuan sendiri. Dengan alat dan bahan seadanya, mereka mengikat dan menyusun papan kayu agar bisa menopang kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Namun mereka sadar, ini hanya solusi sementara yang penuh risiko. Bahkan, beberapa warga secara sukarela berjaga hingga larut malam di sekitar jembatan.

Berita Terkait:  Boalemo Kedatangan 531 Personel Yonif TP 915/Bituo, Rum Pagau Tegaskan Dukungan Penuh Pemda

Mereka memastikan jalur darurat bisa dilalui dengan aman dan membantu pengguna jalan yang kesulitan saat melintas. Aksi solidaritas ini dilakukan tanpa pamrih, demi keselamatan bersama.(MG)