NARKOBA sudah bukan merupakan hal baru di masyarakat. Melihat fenomena yang terjadi saat ini, narkoba bahkan dapat dikatakan bukan lagi hal yang tabu karena tidak hanya orang-orang berduit saja yang bisa pakai narkoba, tapi anak-anak sekolah pun juga bisa menjajal narkoba. Hal ini sesuai dengan apa yang dirasakan dan dilihat langsung oleh Nurjannah Seliani Sandiah sewaktu dirinya pernah bekerja di BNN Kota Gorontalo sebagai Penyuluh non PNS sejak tahun 2012 sampai dengan 2014 silam.
Perempuan yang akrab disapa dengan nama Na Seliani itu mengaku bahwa selama dirinya menjadi Penyuluh, ada banyak hal mengenai narkoba yang telah ia tangani seperti pecandu yang telah menjadi pemakai sejak kelas satu SMP dan baru diketahui ketika ia lulus Strata satu (S1). Dirinya pun mengatakan bahwa tidak hanya orang dewasa saja yang bisa pakai narkoba. Anak-anak di sekolah pun juga banyak yang telah berani untuk coba-coba.
“Kita lihat fenomena-fenomena di sekolah, banyak anak sekolah yang mulai coba-coba. Mungkin mereka tidak pakai narkoba yang bermerek dan harganya mahal, tapi narkoba yang diracik sendiri. Hal itu misalnya seperti obat-obatan yang sebenarnya harus dipakai dengan resep dokter tapi bisa dibeli di apotek dengan harga murah, akhirya pun bisa disalahgunakan. Salah satu pintu masuk untuk mencoba narkoba sendiri dan tengah marak di kalangan anak muda biasanya disebut dengan istilah ngelem,” ujarnya.
Larangan untuk tidak menggunakan barang haram terus digalakkan dari hari ke hari. Sayangnya pengaruh narkoba untuk dicoba nyatanya lebih kuat ketimbang larangan untuk tidak memakainnya. Mirisnya lagi, hal ini dapat terjadi kepada siapa saja,tak kenal umur, latar belakang maupun status sosial. Bahkan, baru-baru ini ada salah seorang istri dari orang penting di Gorontalo tertangkap tangan menggunakan narkoba.Bahkan dari beberapa kabar yang beredar bahwa narkoba tersebut digunakan dengan alasan sebagai pelarian untuk mengatasi kesibukan dan padatnya aktivitas yang dijalaninya.
Menganggapi hal tersebut secara umum, alumni Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini, mengatakan tidak ada alasan apapun yang membenarkan seseorang untuk mencoba memakai narkoba. Karena, Narkoba itu adalah sesuatu yang tidak untuk dicoba. Sebab, sekali dicoba akan sangat sulit untuk bisa melepaskan diri dari narkoba. Kita bisa melihat contoh public figure Jennifer Dunn yang baru-baru ini ditangkap Polisi karena narkoba untuk yang ketiga kalinya. Padahal, ia sudah menjalani proses rehabilitasi dan sebagainya tapi ternyata justru tidak menimbulkan efek jera dan malah sebaliknya.
Hal ini bisa memberikan gambaran betapa susahnya seseorang yang sudah berurusan dengan narkoba untuk bisa kembali hidup normal. Na Seliani juga menambahkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kinerja dari Bada Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo, dan dirinya berharap bahwa BNNP Gorontalo dapat terus melaksanakan tugasnya tanpa pandang bulu. Pengalaman bekerja yang didapatkan oleh istri dari Muhammad Ally Mutradho selama di BNN Kota Gorontalo itu, membuatnya belajar untuk bagaimana bisa menanamkan nilai-nilai dan pendidikan karakter juga kiat-kiat untuk terhindar dari narkoba, bagi dirinya dan keluarga. Terlebih saat ini, Na Seliani telah menjadi seorang ibu dari dua buah hatinya yang bernama Fildzah Kiandra Murtadho dan Freya Mardhiyah Murtadho.
Kepada para orang tua, Na Seliani ingin menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting untuk memberikan pengawasan kepada anak-anak, agar tidak terjerumus ke hal-halyang berhubungan dengan narkoba. Orang tua perlu tahu dengan siapa anak-anak mereka bergaul dan juga orang tua harus bisa membangun hubungan komunikasi yang baik dengan anak-anaknya. Jangan karena melihat anak-anak berada di rumah lantas berpikir bahwa anak-anak tersebut bisa terhindar dari pengaruh narkoba, sebab teknologi yang makin canggih kini dapat membuat segala kemungkinan bisa saja terjadi, sehingga orang tua harus tetap waspada.
“Faktor yang paling mempengaruhi seseorang untuk tidak terjerumus memakai narkoba ialah faktor lingkungan dan bagaimana memilih teman. Apabila ia berada di lingkungan yang sehat maka kemungkinan untuk mencoba narkoba pun kecil. Selain itu, cara untuk bisa terhindar dari rasa ingin mencoba narkoba itu sebenarnya kembali kepada manusianya sendiri, bagaimana ia bisa mengatur waktunya dengan membagi waktu untuk bekerja agar tidak stres dan terbebani lalu akhirnya terjerumus pada memakai narkoba, yakni dengan cara memberikan ‘me time’ untuk diri sendiri dan juga bagaimana ia memperbanyak hal-hal positif agar bisa terhindar dari hal-hal yang negative,”ujar perempuan yang kini menetap di Manado dan berprofesi sebagai salah satu pengajar di SMA Muhammadiyah Manado. (ZT-08)
