Hargo.co.id GORONTALO – Wabah anthrax masih terus merambah wilayah Kabupaten Gorontalo. Awalnya wabah ini hanya terjadi di wilayah Kecamatan Telaga Biru. Pertama kali diketahui pada 28 Maret 2016 lalu.
Sepekan kemudian, wabah anthrax ini merambah ke Limboto. Ditemukan sapi tewas di sejumlah kelurahan diantaranya Hunggaluwa, Hutuo dan terakhir di Kayubulan.
Nah, kini, giliran Kecamatan Tibawa yang diserang wabah mematikan itu Seperti yang terjadi Kemarin, (4/5) seekor ternak sapi milik warga di Desa Isimu, Kecamatan Tibawa ditemukan tewas sekira pukul 11.00 Wita.
Petugas dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Gorontalo yang mendapat informasi tersebut langsung turun ke TKP. Sapi yang terserang anthrax tersebut pun langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.
Kepala DKPP Kabupaten Gorontalo Haris Tome mengatakan, kematian sapi tersebut belum bisa dipastikan positif anthrax. Sebab, harus dilakukan pembuktian secara lab. “Ternak sapinya sudah kita musnahkan tadi siang, (kemarin, red),” kata Haris.
Lebih lanjut disampaikan Haris, setelah kejadian ini pihaknya akan mempercepat proses vaksinasi. Mantan Kabag Ortala Setda Kabupaten Gorontalo itu merencanakan vaksinasi dilakukan di Tibawa pada Jumat, (6/5).
Haris menghimbau pula peran serta masyarakat dan pemerintah desa untuk selalu mengawasi lalu lintas ternak di wilayahnya. Jika tidak ada surat Keterangan Kesehatan Hewan dari dokter hewan pemerintah diharapkan untuk tidak dibawa masuk ke Kabupaten Gorontalo. (tr-54/hargo)
