Hargo.co.id – Komisi IV Deprov Gorontalo terus menseriusi pengelolaan anak-anak penyandang autis. Langkah ini diambil terkait keberadaan layanan penyandang autis di Gorontalo yang masih perlu untuk dioptimalkan.
Terkait dengan itu, Komisi IV yang dipimpin Wakil Ketua Deprov, La Ode Haimudin berkonsultasi ke Dirjen Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus terkait pengelolaan anak-anak penyandang autis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (3/5).
Anggota Komisi IV, Yeyen Sidiki mengatakan, pihaknya menseriusi hal ini karena keberadaan layanan autis di Gorontalo masih menghadapi sejumlah persoalan yang terkait dengan minimnya sarana prasarana dan SDM.
“Kita memang sudah punya layanan autis tapi fasilitasnya belum memadai. Tidak ada aula, kola renang, guest house untuk para orang tua autis,†ungkapnya.
Disisi lain, dari Kemendikdasmen sudah menganggarkan program yang ditopang dengan anggaran. Ada program dari pemerintah pusat untuk melengkapi sarana prasarana di daerah.
Tak hanya menghadapi masalah sarana prasarana, Gorontalo juga kekurangan SDM yang punya kompetensi dalam menangani autis. Misalnya tenaga terapis yang penekanannya pada kompetensi bukan dari aspek legalitas.
“Makanya saat pertemuan saya menyampaikan bahwa kekurangan di Gorontalo adalah para terapisnya yang bukan dari keilmuwan khusus autis. Tapi hanya semacam terapis yang diberdayakan,†ujarnya. “Tapi keluhan-keluhan yang sudah kita sampaikan akan menjadi perhatian pemerintah pusat,†kuncinya. (rmb/hargo)
