“Patut di contoh oleh desa-desa lain karena image bahwa wanita kurang berani ternyata justru mereka yang mendorong kadesnya sukses dalam menjalankan roda pemerintahan,†tambahnya.
Salah satu hal yang mendapatkan apresiasi Komisi I terhadap Pemerintah Desa Ilohungayo adalah inovasi dari jajaran pemerintah desa membangun aula kantor desa yang berukuran cukup besar.
Tapi anggaran yang dikeluarkan untuk membangun sarana tersebut terbilang sangat minim. “Untuk membangun fasilitas itu, anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikeluarkan hanya Rp 160 juta,†ucapnya.(rmb/hargo)
