Anthrax Kembali Ancam Warga Gorontalo

×

Anthrax Kembali Ancam Warga Gorontalo

Share this article
RM, bocah berusia 4 tahun (kanan) di Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo mengalami luka dibagian mata akibat pengaruh virus antraks. (foto : istimewa)

Ternyata dari hasil Turun Lapangan (Turlap), warga yang menderita penyakit serupa sudah mencapai 3 orang. Dari pengembangan selanjutnya ditemukan wabah juga sudah merebak dan menyerang masyarakat di Desa Batulayar, Kecamatan Bongomeme.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Roni Sampir mengatakan, 12 warga tersebut terserang antraks jenis Cutanius (anthrax kulit). Hal itu dipicu oleh bersentuhannya antara kulit manusia dengan kulit ternak yang terserang anthraks.

“Saat ini mereka tengah di rawat di Puskesmas. Tiga diantaranya di rujuk ke RSAS Kota Gorontalo,” kata Roni Sampir. Lebih lanjut disampaikan Roni Sampir, kondisi ini sudah mesti menjadi perhatian serius semua pihak.

Seluruh warga pula yang mengalami kelainan kulit atau gejala yang tak bisa diharapkan agar segera melapor. Sebab, jika wabah antraks tidak segera tertangani dengan baik bisa mengancam keselamatan jiwa.

“Saat ini pula saya sudah memerintahkan seluruh petugas Puskesmas utamanya di wilayah endemik antraks untuk intens lakukan survilens ke rumah-rumah warga. Karena khwatirnya seperti ini. Untuk cepat diketahui,” jelasnya.Â