Hargo.co.id GORONTALO – Virus antraks yang mewabah di Kabupaten Gorontalo pada bulan maret 2016 lalu, kabarnya sempat meredup tapi tidak dengan penyebaran virusnya. Justru makin tak terkendali. Antraks benar-benar menjadi ancaman serius, apalagi di bulan ramadan dan segera memasuki Hari Raya Idul Fitri dan Ketupat.
Momentum ini akan membuat permintaan daging sapi meningkat drastis. Ancaman serius virus antraks ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah penderita yang terseang virus antraks, jumlah ternak sapi yang mati mendadak juga bertambah banyak.
Kasus terbaru ditemukan 12 warga positif antraks di Kabupaten Gorontalo, khususnya di wilayah Kecamatan Dungaliyo dan Kecamatan Bongomeme. Terdiri, 3 kasus di Desa Pangadaa, Kecamatan Dunggaliyo dan 9 kasus Desa Batulayar, Kecamatan Bongomeme.
Satu diantaranya adalah bocah berusia 4 tahun. Kondisi bocah ini memprihatinkan mata sebelah kananya dipastikan buta karena antraks. Selain itu, penderita lainya terdapat luka yang menganga besar berwana hitam di bawah lutuk kaki kiri, kulit penderita juga terkelupas.
Begitu juga penderita lainya, rata-rata menyerang kulit dan bagian jari tangan. Â Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, para warga yang terserang antraks kulit itu lantaran memegang dan memakan daging sapi yang diduga mengandung virus anthraks.Â
