Anthrax Kembali Ancam Warga Gorontalo

×

Anthrax Kembali Ancam Warga Gorontalo

Share this article
RM, bocah berusia 4 tahun (kanan) di Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo mengalami luka dibagian mata akibat pengaruh virus antraks. (foto : istimewa)

Roni juga ikut menyarankan agar sebaiknya di setiap desa ada Pos khusus untuk pemantauan lalu lintas ternak. Terpisah, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Gorontalo Vivi Tayeb mengatakan, saat ini sejatinya pihaknya terus melakukan vaksinasi di seluruh daerah yang endemik antraks.

Namun, memang di wilayah Pangadaa dan Batulayar tersebut merupakan kasus baru. Vivian menyesalkan kejadian antrax di desa setempat tidak dilaporkan oleh warga maupun pemerintah desa. Tak heran, bila dampak yang ditimbulkan sudah sampai menyerang manusia.

“Ini yang jadi kendala. Sudah kita sampaikan agar melapor jika sapi memiliki gejala antraks, tapi tak diindahkan,” tuturnya. Saat ini kata pihaknya sudah menurunkan tim vaksinasi di dua desa tersebut. Seluruh ternak sapi akan di isolasi, sekaligus akan di vaksin agar penyebaran wabah tidak semakin parah.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Nakeswan) Boalemo Mans Mopangga memastikan bila wilayah Boalemo masih aman dari penularan antraks. “Boalemo masih steril. Sampai saat ini, tim masih terus kita terjunkan ke lapangan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Nakeswan Pohuwato Yance Rumondor. Ia menjelaskan, sampai saat ini Pohuwato masih aman dari serangan antraks. “Selain itu belum ditemukan warga yang terkena dampak wabah antraks,” ujarnya.

Meski demikian, Yance Rumondor menegaskan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pengawasan demi pengawasan. Bahkan langkah-langkah yang telah dilakukan yakni, rutin melakukan sosialisasi kepada para peternak sapi, menyebarkan edaran ketingkat kecamatan dan bahkan hingga ketingkat desa, pemeriksaan terhadap hewan-hewan ternak dan lain sebagainya.

“Kami pun turut memantau keluar dan masuknya ternak lewat perbatasan, baik itu yang ada di Kecamatan Paguat maupun di Kecamatan Popayato Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulteng,” ungkapnya.(and/gip/kif/hargo)