Astaga…Kendalikan Bisnis Narkoba dari balik Jeruji Penjara, Handphone Jadi Kunci Utama

×

Astaga…Kendalikan Bisnis Narkoba dari balik Jeruji Penjara, Handphone Jadi Kunci Utama

Share this article
Ilustrasi (Gorontalo Post)

“Biar dipaksa bagaimana pun yang bersangkutan tidak akan mengaku. Dan tentu semuanya terjamin. Mau di dalam maupun di luar,” ungkapnya sambil tertawa.
Terkait sinyalemen peredaran gelap narkoba tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo Lili Sugandi mengakui militansi napi narkoba. “Di Gorontalo sendiri, jumlah napi di Gorontalo hanya 40-an orang. Walaupun jumlah mereka kecil, tetapi militansi mereka sangat kuat. Maka hal itu yang kita waspadai agar tidak menggangu integritas pegawai,” ungkap Lili.

Pria yang pernah bertugas di Lapas Nusakambangan itu mengakui masih banyak celah berkaitan pengawasan peredaran gelap narkoba di lapas. Namun, bagi Lili, secanggih apapun perlengkapan faktor utama adalah integritas petugas.
“Kuncinya adalah pegawai atau petugas. Apapun judulnya petugas,” ujarnya.

Lebih lanjut Lili mengatakan, Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoli dan Menkopolhukam Luhu Panjaitan telah menegaskan, siapapun yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba harus ditindaktegas. Bahkan ikut membantu memuluskan maupun lalai juga bisa disanksi. “Misalnya, seharusnya tugasnya memeriksa tapi tidak lakukan maka itu tetap kena.