Astaga…Kendalikan Bisnis Narkoba dari balik Jeruji Penjara, Handphone Jadi Kunci Utama

×

Astaga…Kendalikan Bisnis Narkoba dari balik Jeruji Penjara, Handphone Jadi Kunci Utama

Share this article
Ilustrasi (Gorontalo Post)

Undang-undangn Pidana sudah mengatakan demikian ada persengkongkolan kejahatan,” tegas Lili. Terkait modus peredaran, bagi Lili, di Gorontalo sendiri sering kali menggunakan kelengahan pegawai.

“Pegawai harus diajak kesadaran sebab itu persoalan kesadaran atau integritas. Rezeki bukan bukan berarti mengorbankan sistem maka pegawai berhadapan dengan risiko. Lebih baik pegawai tidak banyak tapi komitmen,” jelas Lili.
Kepala BNNP Gorontalo Kombes Pol Purwoko Adi mengatakan, patut dicurigai adanya oknum anggota lapas yang bermain.
Sebab, tidak mungkin barang haram tersebut masuk ke dalam lapas. “Tidak mungkin ada barang itu jika tidak ada orang dalam yang turut berperan di situ,” kata Kombes Edi Purwoko.

Meurutnya BNNP terus berupaya untuk berkordinasi dengan semua pihak dalam mengantisipasi peredaran Narkoba di Gorontalo. “Kami sudah berkomitmen dan berkoordinasi dengan Polda dan Polres untuk memberantas narkoba di dalam Lapas,” terangnya.

Kendala lain yang terjadi di Lapas diuraikan Purwoko Adi bahwa sampai saat ini Lapas Gorontalo tak memiliki peralatan untuk mendeteksi narkoba. Sehingga barang haram tersebut dengan mudah bisa masuk ke dalam Lapas, baik itu melalui keluarga napi maupun dari barang yang dibawa keluarga napi ke dalam lapas.

Pengamat hukum dari Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Fence M Wantu mengatakan, saat ini pengawasan yang dilakukan di Lapas harus diperketat lagi, bahkan kalau perlu melibatkan masyarakat.

“Memang narkoba di lapas ini sudah menjadi warning bagi kita semua, tentang bahaya narkoba yang sudah masuk sampai ke Lapas,” katanya. Fence mengatakan bahwa, pelibatan dari masyarakat untuk mengawas keberadaan dari Lapas yang berada di Gorontalo.