Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Babi Gadis

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:05 Tag: , , , , , , ,
  Jantung Babi / Babi Gadis - DISWAY

Oleh : Dahlan Iskan

DI HARI ke-9, kemarin, jantung babi itu masih seperti penyanyi rock. Prof Bartley Griffith yang mengatakan itu. “Jantung babi itu masih bekerja sangat baik di tubuh pasien,” ujar ahli bedah jantung dari University of Maryland Medical Center, Amerika, itu.

Prof Griffith-lah yang melakukan transplantasi jantung babi ke manusia 7 Januari lalu. Berpartner dengan Profesor Mohammad Mohiuddin asal Pakistan.

Dunia menyambut si Penyanyi Rock dengan gegap gempita –disamakan dengan capaian saat awal manusia bisa mendarat di bulan. David Benneth, 57 tahun, si penerima jantung babi, ikut jadi pahlawan ilmu pengetahuan.

Tapi ada satu wanita yang ngomel-ngomel: Leslie Shumaker Downey. “David Bennett tidak layak dipahlawankan,” katanyi pada The Washington Post kemarin.

Si David ternyata pernah masuk penjara. Ia menikam berkali-kali adik laki-laki Leslie: Edward Shumaker. Sampai hampir mati. Kritis. Sampai tidak bisa sembuh total. Cacat seumur hidup. Hanya bisa bergerak dengan kursi roda –sampai meninggalnya.

“David tidak layak menerima fasilitas transplantasi itu. Harusnya biar saja ia meninggal. Ada orang lain yang lebih berhak menerima jantung babi itu,” tambah Leslie.

Peristiwa penikaman itu terjadi 23 tahun yang lalu. Di sebuah bar di Maryland. Saat itu David berumur 23 tahun. Shumaker berumur 22 tahun.

David datang ke bar membawa senjata tajam. Disembunyikan di balik baju. Ia langsung ke meja biliar yang lagi ramai. Ia lihat pacarnya, Norma Jean, lagi dipangku Shumaker. Ketika pasangan itu lagi ngobrol dan minum bir David menikamkan pisaunya berkali-kali. Belakangan diketahui: 9 kali. Punggung dan sekitar dada Shumaker robek-robek. Darah muncrat dan mengenang di lantai. Gempar. David ditangkap. Diadili. Dijatuhi hukuman 10 tahun.

“Ia hanya menjalani hukuman 5 tahun,” ujar Leslie. “Harusnya ia dijatuhi hukuman mati. Adik saya kan akhirnya mati akibat peristiwa itu,” tambahnyi. Shumaker meninggal 19 tahun lalu akibat stroke. Shumaker sial. Sekali mangku gadis tidak pernah mengawini wanita.

David akhirnya kawin dengan Jean –tapi kelihatannya tidak sampai panjang. Selama persiapan transplantasi itu hanya ada anak laki-lakinya dan adik perempuannya.

Leslie buka-bukaan ke Washington Post. Koran-koran kuning Inggris menjadikannya laporan utama. Shumaker, kata Leslie, juga menggugat David atas penikaman itu. Shumaker menang. Pengadilan menjatuhkan hukuman perdata: David harus membayar ganti rugi USD 3,4 juta ke Shumaker. Itu sekitar Rp 50 miliar.

Tapi, menurut Leslie, adiknya tidak pernah menerima apa-apa. Sampai meninggalnya. “David licik. Asetnya diatasnamakan istrinya semua,” tuduhnyi.

David sendiri, setelah keluar penjara, bekerja sebagai tukang serabutan. Utamanya memperbaiki kerusakan kolam renang.

Sampailah tahun lalu. Dadanya nyesek. Napasnya tersengal. Untuk naik tiga anak tangga saja tidak kuat. Jantungnya bermasalah berat.

Seorang yang sakit jantung biasanya terkait dengan darah tinggi. Berarti harus rutin minum obat pengencer darah –dikombinasikan dengan obat penurun tekanan darah. Itu tidak bisa ditawar. Harus rutin. Tiap hari. Tidak boleh berhenti pun satu hari.

David diketahui pernah tidak mengambil obat dari resep yang sudah diberikan dokter. Juga pernah tidak kontrol di hari yang sudah dibuatkan janji.

Jantungnya parah. Sampai pada tahap tidak bisa diselamatkan. Ia tidak berhak didahulukan dalam antrean –karena tidak disiplin itu. Mungkin –baru sekarang ketahuan– juga karena perbuatan kriminalnya tadi. Tapi dokter tidak boleh mengaitkan antara catatan kriminal pasien dengan penyelamatan nyawa. “Kami tidak tahu kalau ada peristiwa itu. Itu bukan wilayah kami,” ujar pihak rumah sakit. Sudah betul. Memang harus begitu.

Kemarin David sudah mulai bisa bicara –meski baru berbisik. Sebagian alat bantu sudah dilepas. Tapi untuk bisa lepas semuanya masih perlu waktu dua-tiga minggu lagi.

Yang jelas jantung babi itu sudah bisa sinkron dengan tubuh David. Sudah berfungsi dengan baik. Sangat baik. “Memuaskan,” kata Prof Griffith.

Berarti editing jantung babi berumur 1 tahun itu berhasil. Ada enam unsur gen manusia yang dimasukkan ke dalam jantung babi itu. Lalu ada empat unsur gen babi yang dibuang. Jantung babi yang sudah di-edit itu ternyata begitu cocok dipakai manusia.

Saya mulai berpikir: karena sebagian unsur babinya sudah dibuang, apakah itu masih bisa disebut jantung babi –kabuuuur.

Saya belum mendapat kepastian: apakah editing itu sekalian untuk mengatasi aspek rejection. Literatur kedokteran menyebut: semua barang dari luar tubuh dianggap benda asing yang harus ditolak oleh tubuh. Termasuk slilit gigi, tlusup, jantung babi David, dan hati orang Tiongkok yang sedang saya pakai sekarang ini.

Maka orang yang menjalani transplantasi harus menurunkan imunitas –dengan cara minum obat immunosuppression setiap hari.

Jangan-jangan editing jantung babi di Amerika tersebut sudah sekalian mengatasi rejection itu –tanpa harus minum obat lagi seperti saya.

Mestinya begitu. Setidaknya begitulah harapan saya.

Editing itu dilakukan di peternakan babi, oleh perusahaan yang akan memproduksi jantung babi-edit-an. Anda bisa memesan jantung itu kelak. Setetelah resmi diizinkan.

Kini belum diizinkan. Ganti jantung babi itu masih menggunakan izin ”welas asih” dari BPOM-nya Amerika, FDA. Bukan ”izin darurat” seperti penggunaan vaksin.

Jangan-jangan BPOM juga bisa punya jenis ”izin welas asih’ seperti itu untuk VakNus. Atau tidak –karena VakNus untuk masyarakat luas.

David masih harus menunggu sekitar satu bulan lagi untuk dianggap benar-benar sukses. Ancaman yang masih mungkin terjadi bukan lagi rejection. Tapi infeksi. Konsentrasi dokter untuk David sudah pindah ke ”jangan sampai kena infeksi”.

Saya pun ingat. Dokter yang melakukan transplantasi hati saya pernah mengatakan: operasinya sendiri boleh dibilang 99,99 persen akan sukses. Kuncinya setelah operasi itu: infeksi.

Tapi transplantasi jantung babi ke manusia tentu beda. Belum pernah terjadi –kecuali yang di Assam, India itu.

David tahu risiko menjadi yang pertama itu. Ia, ketika memutuskan ok, mengatakan begini: “Meski ini seperti menembak dalam gelap, siapa tahu kena”.(Dahlan Iskan)

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul: Krisis Tol

Anak Mama
Musim hujan. Kalimantan banjir lagi. Tak apa. Banjirnya cuma setahun sekali. Bukan karena tambang. Tapi karena curah hujan yang tinggi. Katanya. Semakin sering, Banjir mungkin akan jadi kawan. Banjir cuma genangan.

ThamrinDahlan Ibnuaffan|
Berpantun tidak bisa marah Pak Amat karena sejatinya pantun pelembut hati. Soal batubara perasaan saya lebih kepada sebel dan marah.   Nantilah saya buat puisi saja ya.  Salamsalaman

Terlepas pro kontra kepurtusan Presiden yang kemudian di revisi, wajib disadari oleh semua pengusaha batubara bahwa anda itu tidak pernah ” menanam” batubara.  Hasil bumi itu anda keruk sepuasnya tanpa memikirkan keuntungan untuk kesejahteraan rakyat.  Pemerintah seharusan ya tegas 25 pesen itu wajib diserahkan gratis kepada negara.  Apakah memang  tidak terlambat (atau tidak mau ) pemerintah yang sedang berkuasa  mengambil alih semua tambang batubara itu menajdi BLU (tidak percaya lagi ke BUMN).  Kekayaan bumi nusantara di keruk habis habisan tanpa dirasakan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.  Ayo ayo ayo  kepada siapa lagi himbauan disampaikan selain kepada Pak DI (Peduli) agar hasil bumi RIi tidak hanya  dinikmati segelintir oknum yang diragukan nasionalisme. no pantun today Salamsalaman

Amat
Banjir adalah genangan Hujan adalah kenangan

Gianto Kwee
Blending batubara tidak menggunakan mesin “Blender Raksasa” Untuk “Blending” Biasa dilakukan di area Stock Pile dengan Conveyor saat mengisi Tongkang atau kapal, Salam sehat

kang bambang
kesalahan besar 1. penguasa tdk menghukum perusahaan batubara yg tdk merehabilitasi bekas tambang. kerusakan lingkungan  yg sangat dahsyattttt 2. penguasa tdk menghukum perusahaan tambang yg tdk mematuhi aturan dmo, aturan pajak, dll 3. krn penguasanya ada main uang dgn pengusaha atau penguasanya hanyalah boneka pengusaha 4. penguasa yg bobrok dipoles berita dan pencitraan sbg penguasa yg baik , anehnya byk yg tertipu waksss

Najih Ae
Beberapa waktu lalu saya plesir dari KALTIM ke KALSEL, via darat, naik Bus Malam, dengan biaya yang sangat terjangkau 235 rb, berangkat pukul 20.30 dari Balikpapan , tiba di tujuan Kabupaten Tapin KALSEL, pukul 08.30, anda bisa hitung sendiri total jam perjalanan saya. Tapi bukan itu Yang ingin saya ceritakan disini, betapa Ironinya ketika jalur penghubung antar propinsi penghasil Batubara dan Intan, serta calon Ibukota,. Masih belum ada TOL, apalagi kereta Cepat. Jika Abah bisa tidur nyenyak perjalanan Surabaya-Jakarta, DIJAMIN anda terhenyak-henyak, pantat loncat-loncat, untuk perjalanan KALTIM-KALSEL yang konon provinsi Penghasil Batubara yg harganya sedang selangit itu, yang sedang banyak Mega Proyek, tapi listriknya masih byar pet byar pet, jalanan sempit berlubang, Kayapa ini ?  _____________________ Selanjutnya Jalanan Kaltim dari SAMARINDA – BERAU tidak usah saya ceritakan anda lebih tahu. _____________________ Selanjutnya Jalanan KALTIM – KALTENG , seperti apa kondisinya Anda sudah tahu _____________________ Belum lagi jalanan antar kabupaten yang mungkin 1 Kabupaten di Kaltim luasnya bisa 3 x lipat luas kabupaten di Jawa.  ____________________ Saya Yakin banyak masyarakat DISWAY yang lebih tahu dan pengalaman di Kalimantan.

Teguh Wibowo
Baru tahu ada ajaran jawa “idu geni”. Kalau ditelaah per kata idu itu artinya ludah dan geni itu artinya api. Maknanya silahkan diotak-atik gathuk sendiri.. hehe.. Saya sebenarnya juga punya falsafah sendiri yg agak mirip2 dg idu geni, yaitu “idu mambu”, gk usah diartikan apalagi dibayangke.. nggilani.. hahaha.. “Jenengmu ki sopo le?” “Kulo Manggar Margono mbah” “Jenengmu kui artine apik le” “Artine nopo mbah?” “Manggar kui ateges Kembang, Margono kui artine Dalan. Kembange Dalan kui berarti…??? Tlethong….!!”. Inget dagelan kethoprak jaman dulu hahaha…

Mbah Mars
Mas Teguh: itu Bhs Arabnya: fa fi fii fuuki (maka di bibirku ada bibirmu)

Bonjo
ini hanya pendapat saya. salah satu masalah dmo ini adalah kesesuaian spek batu bara yg ditambang oleh penambang tidak cocok dengan spek yg dibutuhkan pln. Ujungnya2 pln beli baturbara sama trader, pas harga lagi murah pln bisa dengan mudah dapat stock, tapi pas harga mahal pst pln ditinggal oleh trader2 tsb.

Udin Salemo
Mbah Mars, saya sudah pernah liat langsung wujud batu bara itu. Bahkan masih berada dalam perut bumi. Tahun 2007 inyong gawe tower BTS telkomsel setinggi 110 meter di Serongga, Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru, Kalsel. Di gambar pelaksanaan konstruksi ada galian tanah sedalam 3 meter untuk tapak pondasi. Baru digali sedalam 2 meter sudah ketemu batu bara. Karena harus memenuhi spek gambar, maka yang 1 meter harus digali lagi yang berupa lapisan batu bara. Waktu itu belum ditambang. Menurut penduduk setempat batu baranya masih muda. Barusan saya lihat di google maps, daerah sekitar tower yang kami kerjakan dulu itu saat ini sudah seperti kubangan. Lobang besar disana sini. Beruntungnya disekitaran tambang itu terdapat kebun sawit sinarmas yang sangat luas. Kebun sawit itulah sepertinya yang menghambat  tidak menambah lobang galian tambang lebih banyak. Saking luasnya kebun sawit sampai ada lapangan terbang punya perusahaan disitu.

Vevek
setuju, harus ada pemimpin revolusioner yang memoderatkan afghanistan agar bisa menjadi negara maju

Mohamad Selim
Menurut pengetahuan yg sy punyai…..bila dibentuk BLU tdk boleh mendptkan bantuan dr APBN dn tdk boleh mendapatkan keuntungan seperti BUMD atau BUMN. Shg didasarkan pd itulah, kelebihan stock BLU Batubara tdk boleh diperdagangkan seenak nya dn tetap utk keperluan dalam negeri. SWF tdk akan menaruh duit dn mngkin tdk laku krn tdk boleh menarik keuntungan dlm operasionalnya.

Sadewa
Saya berfikir tadinya kebijakan penghentian expor batubara adalah kebijakan yg sangat HEROIK. Pak Jokowi akan dikenang seperti Raja Faisal ketika menyetop expor minyak 49 tahun lalu. Saat itu Amerika & Eropa kelimpungan. Arab Saudi menjadi Petro dollar dalam waktu puluhan tahun kemudian. Baru kemaren Saya bener-bener merasa bangga menjadi orang Indonesia. Walaupun utang kita banyak namun kita bisa sejajar dengan pemberi utang. Ketika batubara kita stop, Jepang teriak, Korea teriak, China sebenernya juga hampir teriak. Batubara seperti kata Abah adalah game changer. Saya membayangkan ketika Korea byarpet, Jepang byarpet, China Byarpet. Kita Indonesia yg akan menggantikan posisi mereka. Mobil Esemka akan menggantikan mobil-mobil Jepang dan Korea, K-POP akan diganti dengan I-POP, BTS bisa diganti dengan Kangen Band, Ada Band atau Nidji (agar Mas Giring bisa nyanyi kembali), Restaurant Jepang di mall mall akan kita ganti dengan MARKOBAR atau Sang Pisang. Sin Tae Yong akan ogah balik ke negara nya. Black Pink sepenuhnya akan benar-benar Black, kaki yg bening & jenjang tidak bisa kelihatan lagi. Itu semua bayangan saya, mungkin juga Abah. Kita yg punya energi, kita yg seharusnya lebih berdaulat. Eh ternyata kebijakan stop expor batubara cuma sebentar. Terlalu dini sebelum mengenai jantung lawan. Atau meminjam istilah Om Leong, ini seperti ejakulasi dini. Lawan belum lemas, kita lemas duluan. TAMAT.

Buzzer NKRI .
ndak juga, kalo saya setuju dieksploitasi semaksimal mungkin saat ini begitu green energy mulai murah maka batubara tidak akan laku lagi

Jaka Lembayung
Menurut pendapat saya.. Lebih baik kalau tidak batubara tidak di ekspor lagi…sisakan untuk anak cucu kita..cadangan kita sudah tidak banyak…kalau kepala rumah tangga cuma bisa menjual harta warisan..maka kalau sudah habis..alamat menGEMBEL.

cumibuta
O singkatan dari Obligasi ya artinya kewajiban lah…  tapi ada juga O singkatan lain yang artinya bukan kewajiban, tapi kalau istri yang ucapin: Mas, aku mau O…… nah tetep aja itu juga kewajiban suami, karna ga lucu kalo tetangga yang tunaikan… pasti semua sudah tahu. salam sehat semuaaa

yea aina
Perkebunan sawit lebih lama menerapkan BLU-BPDPKS, Tujuan awal didirikan merespon “keluhan” pekebun sawit skala besar terkait harga jual anjlog kala itu  Manfaat dibentuknya toh tidak mampu menyanggah harga minyak goreng konsumsi rakyat  saat ini. Berbeda BLU untuk penambang batu bara, di bentuk gegara PLN krisis tak dapat kiriman DMO BB, mungkin saja masalah PLN akan teratasi sekaligus bakal ada rezeky denbei berikutnya. Usul namanya Badan Pengelola Dana Rezeky Denbei Berikutnya (BPDRDB)

Ahmad Zuhri
Baru sekarang ada ide BLU batubara, lha trs yg sebelumnya itu pada ngapain aja.. Atau gini.. baru jaman Men BUMN yg sekarang toilet di SPBU gratis, lha trs Men BUMN yg sebelumnya itu ngapain aja.. Hihihi.. #kabur

Aryo Mbediun
Membaca artikel Gus Dahlan membawa kengenesan tersendiri terkait ketahanan energi di Indonesia.  Dulu ada penulis yg menulis refinery di depan sumur minyak yg super efisien tapi tak disetujui pemerintah.  PLTU Riau yg berada di mulut tambang juga sobek2 oleh patgulipat.  Minyak zaman ibnu Surowo malah membawa nestapa korupsi yg menjadikan segolongan anak negeri super kaya dan mampu mempertahankan kekuasaan.  Kayu kalimantan era Bob Hasan. Kuasa harta berotasi berputar hanya disegelintir keluarga.  Kemarin yg green di Kaltara dan sekarang batubara juga berputar2 di individu2 itu.  Mana OPTIMIS khan ternyata ming lamis. Pejabatnya dah seperti pisang, punya jantung tapi tak punya hati. Penambang juga githu, dari hutan belantara Borneo hingga gedung DPR semua bersatu berpadu mengeduk kekayaan tanpa peduli ibu pertiwi. Ketahanan energi Indonesia terlalu lemah. Ngenes lihat kasunyatan batubara ming trimo ngge rebutan di hadapan ratapan ibu pertiwi.

Mirza Mirwan
Saya baru saja duduk di meja makan, sepulang Jumatan, ketika si kecil — yang akhir pekan ini tidak bisa pulang — video call dan uring-uringan. Gegaranya membaca berita penolakan Komnas HAM terhadap tuntutan hukuman mati terhadap si bejat Herry Wirawan yang dibacakan Jaksa Asep Mulyana di Pengadilan Negeri Bandung Selasa yang lalu. Waktu itu si kecil sudah senang karena tuntutan jaksa sesuai dengan prediksinya. “Urgensi dibentuknya Komnas HAM itu kan untuk menjamin hak asasi manusia, bukan hak asasi binatang,” kata si kecil. “Herry Wirawan itu kan bukan manusia, tetapi binatang. Lha kok Komnas HAM malah membelanya!” Saya hanya diam, mendegut ludah, menunggu kelanjutan kemarahan si kecil. “Okelah, bila dianggap buaya Herry itu manusia. Tetapi kesalahannya itu ‘tumpuk-undhung’. Sebagai pemimpin pesantren, lembaga pendidikan agama, alih-alih melindungi santrinya, eh, ia malah mencabulinya bahkan sampai hamil dan melahirkan. Kesalahan itu tidak eksplisit tertulis dalam undang-undang perlindungan anak, memang. Tetapi jelas melanggar norma agama. Kalau Komnas HAM peduli dengan hak asasi buaya Herry, bagaimana dengan hak asasi para santriwati yang menjadi korbannya. Mereka kehilangan kegembiraan masa remajanya, tidak bisa lagi mengangkat muka untuk bisa memandang langit. Masa depan mereka suram gegara kebiadaban si buaya. Ya Allaaah….”. Di layar ponsel saya lihat si kecil menyeka matanya. Tak terasa mata saya juga basah. “Kita berdoa saja, dik, semoga majelis hakim memvonis Herry sesuai tuntutan jaksa. Semoga pula para santriwati yang menjadi korbannya diberi ketabahan dalam melanjutkan kehidupan mereka.” “Aamiiin. Niku bapak nembe badhe dhahar?” — itu bapak baru mau makan? “Nggih, dik. Nembe mawon wangsul Jumatan.” — iya, dik, baru saja pulang Jumatan. “Oh, nggih mpun. Sugeng dhahar, Pak, salamullah ‘alaik.”

Komentator Spesialis
BLU ? Saya kok jadi ingat BPC cengkeh jaman Pak Harto dulu.

yea aina
Pertanyaan awam saya ke Abah Dis, Jika BLU rezeky denbey  cuma menggantikan fungsi divisi pengadaan batubara PLN, mengapa tidak membenahi divisi tersebut saja? Pengawasan DMO, bagaimanapun ruwet mbuletnya, semestinya pihak kementerian ESDM yang bertanggung jawab menertibkan pelaksanaan aturan perundangan yang berlaku. Pelanggaran atas kewajiban tersebut berkonsekuensi “semestinya” bukan hanya denda yang besarannya sangat kecil tersebut. Pada akhirnya pembentukan BLU yang dipilih sebagai alternatif-yang diduga kuat oleh Abah Dis-bakal menjadi sumber pendapatan SWF-LPI-INA

Er Gham
Jika nanti BLU dibentuk dan bisa dibuat jalan tol dimana mana, pihak terkait agar benar2x memperhatikan kualitas jalannya. Ngeri jika banyak lubang di jalan tol yang asal buat. Di Aceh, jalan dari Pidie ke Banda Aceh disebut Jalan Amerika karena mandornya orang Amerika pasca tsunami. Kualitas jalannya bagus. Begitu pula dari Atambua s.d. Kupang disebut jalan Australia karena mandornya orang Australia. Bagaimana jalan tol yang  mandornya orang Indonesia? Anda sudah tahu.

(Visited 44 times, 1 visits today)

Komentar