Jumat, 1 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Balita Divonis Seumur Hidup, Begini Kasusnya

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Rabu, 24 Februari 2016 | 14:13 Tag: , ,
  

Maka, Kaf tidak habis pikir aparat bisa mencantumkan nama balita tidak berdosa tersebut.

Selain Ahmed, ada 115 tersangka lain dalam insiden itu. Mereka dituduh membunuh tiga orang dalam aksi protes yang berakhir ricuh tersebut. Mereka juga dituduh menyabotase serta merusak properti milik perorangan.

Di antara para tersangka, hanya Ahmed yang masih bocah. Sisanya, 115 tersangka lain yang akhirnya juga divonis bersalah, sudah dewasa.

Pada awal 2014, aparat mendatangi rumah Ahmed untuk menangkapnya. Saat itu, untuk kali pertama, mereka melihat fakta bahwa si tersangka masih sangat belia.

Maka, ketika itu mereka membawa sang ayah ke kantor polisi. Mansour Qorany Sharara pun langsung mendekam di tahanan. Dia harus menghuni sel selama empat bulan sebelum akhirnya dilepaskan.

Kemarin Kaf membawa akta kelahiran Ahmed ke pengadilan. Mereka berusaha menggugurkan vonis hukuman seumur hidup terhadap kanak-kanak tiga tahun tersebut. Aksi Kaf pun langsung menuai reaksi luas.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar