Jumat, 1 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Balita Divonis Seumur Hidup, Begini Kasusnya

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Rabu, 24 Februari 2016 | 14:13 Tag: , ,
  

’’Bagaimana bisa rakyat percaya pada hukum jika melihat fakta yang seperti ini?’’ kritik Wael El-Ebrashy, presenter televisi yang mewawancarai ayah Ahmed akhir pekan lalu.

Terpisah, Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa kasus Ahmed itu memang cacat. Jenderal Abu Bakr Abdel-Karim, pejabat kementerian, menyebut kasus tersebut sebagai kasus salah identitas.

’’Ahmed maupun ayahnya tidak perlu khawatir. Mereka tidak akan masuk penjara,’’ tegasnya. Ahmed yang dimaksud, ucap dia, adalah pemuda 16 tahun yang kini buron.

Namun, Hemat Mostafa, ibunda Ahmed, tidak langsung percaya begitu saja. Sebab, polisi mendatangi rumahnya saat Ahmed dan sang ayah mendatangi media untuk keperluan wawancara televisi.

’’Jika memang itu kasus salah identitas, kenapa masih dilanjutkan. Dan, mengapa ayah Ahmed harus ditahan empat bulan?’’ protes Kaf. (CNN/hep/c20/ami/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar