Edukasi

Bersama Warga, Mahasiswa KKN Bersihkan Sampah di Wilayah Pesisir

×

Bersama Warga, Mahasiswa KKN Bersihkan Sampah di Wilayah Pesisir

Share this article
Bersama Warga, Mahasiswa KKN Bersihkan Sampah di Wilayah Pesisir
Mahasiswa KKN UNG-UGM bersama warga Desa Olimoo'o, Kecamatan Batudaa Pantai dalam kegiatan Gerakan Bersih Pesisir, Jumat (2/8/2024). (Foto: Dok. KKN UNG-UGM)

Hargo.co.id, GORONTALO – Mahasiswa KKN Kolaboratif UGM–UNG menggelar Gerakan Bersih Pesisir di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Jumat (2/8/2024).

Berita Terkait:  254 Mahasiswa FMIPA UNG Jalani Prosesi Yudisium, Dekan: Tunjukkan Integritas dan Kontribusi Nyata

Sejumlah desa tersebut antara lain adalah Desa Olimoo’o, Desa Lamu, Desa Langgula dan Desa Tontayuo.

Kegiatan itu berlangsung sejak pukul 06:30 WITA dan dilakukan bersama-sama dengan warga yang ada pada sejumlah desa di Kecamatan Batudaa Pantai tersebut.

Berita Terkait:  4 Mahasiswa UNG Terpilih Sebagai Mahasiswa Berprestasi

Indira Amalia, selaku Penanggung Jawab kegiatan di Desa Olimoo’o menuturkan, hal itu dilakukan karena di wilayah tersebut masih cukup banyak sampah yang berserakan.

Perihal itu, kata dia, disebabkan oleh tidak adanya truk pengangkut sampah yang sampai ke tempat tersebut.

Berita Terkait:  Tindak Lanjut MoU, UNISAN Gorontalo dan Techvibes Sepakat Implementasi Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

“Sehingga sampah yang sudah dikumpulkan warga, tidak terdistribusi ke tempat pembuangan akhir. Melainkan hanya mengendap di Desa Olimoo’o ini,” ujar Indira.

Menyadari adanya keterbatasan itu, lanjut dia, maka mahasiswa KKN UGM-UNG yang ada di Kecamatan Batudaa Pantai

mencoba melakukan komunikasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II.

Berita Terkait:  Jadi Pembicara Seminar Nasional, Femmy Udoki Jelaskan Pentingnya Peran Perempuan dalam Demokrasi

“Kita berhasil berkomunikasi dengan pihak BWS untuk membantu mengangkut sampah yang sudah dikumpulkan,” ungkap Indira.

“Jadi, sampah yang menumpuk di Olimoo’o ini secara signifikan bisa berkurang dan tidak sebanyak sebelumnya, karena akan diangkut ke tempat pembuangan akhir,” tambahnya.

Berita Terkait:  Pastikan Program Magang Efektif, Jurusan Komunikasi UNG Gelar Monev

Lebih lanjut Indira menjelaskan, penumpukan sampah juga dapat menyebabkan sejumlah ancaman bagi kesehatan warga desa.

“Terutama kemarin juga ada kasus warga terkena demam berdarah. Hal itu menjadi urgensi tambahan atas dilakukannya kegiatan hari ini,” ungkapnya.

Berita Terkait:  PPDB Sistem Zonasi dan Afirmasi Sarat Kecurangan

Indira menambahkan, di Desa Olimoo’o sendiri sebenarnya sudah ada kegiatan Jumat bersih yang rutin dilakukan warga tiap minggunya.

“Hanya saja, di Jumat kali ini, kami mencoba memperluas cakupannya. Tidak hanya di pekarangan rumah warga, tapi juga di daerah pantai yang banyak sampahnya,” pungkas Indira.(*) 

Berita Terkait:  Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNG Sukses Gelar Festival Budaya