Tanaman tersebut akan dipanen pada saat berumur 4-5 tahun dengan ukuran diameter batang sekitar 10-15 cm dan tinggi 10-12 meter. Seluruh tanaman yang BTL tanam merupakan hasil pembibitan sendiri.
Direktur Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group Zunaidi menegaskan kegiatan penanaman gamal ke-20 juta pohon ini merupakan simbol komitmen BJA Group untuk mengembangkan bioenergi yang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Gorontalo.
Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk segera melakukan penanaman setelah dilakukannya land preparation. Ini juga menjadi bukti bahwa industri biomassa Indonesia dapat tumbuh tanpa deforestasi—melainkan melalui reforestasi yang terencana dan berkelanjutan.
“Setiap pohon gamal yang kami tanam bukan sekadar tanaman energi, tetapi representasi dari komitmen kami untuk menghijaukan masa depan dan membangun sumber energi terbarukan dari bahan baku yang lestari. Melalui penanaman gamal ke20-juta pohon ini, kami menanam harapan bagi keberlanjutan energi dan salah satu sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten Pohuwato,” ujar Zunaidi dalam kegiatan penanaman, Jumat (21/11/2025).
Pohon gamal merupakan tanaman yang nantinya akan menjadi bahan baku untuk diolah menjadi wood pellet oleh BJA.
Tanaman gamal termasuk tanaman terubusan yang dapat dilakukan 4 hingga 5 kali panen
dalam satu kali tanam dengan siklus panen 4-5 tahun sekali.
Di samping merupakan sumber bahan baku energi baru terbarukan, gamal juga merupakan tanaman yang sangat signifikan untuk menjaga konservasi karena tumbuh cepat dengan densitas 5.000 pohon per hektare atau jarak tanam 2×1 meter dan penyebaran perakaran yang luas.
Seluruh proses produksi wood pellet BJA Group dijalankan secara legal, lestari, transparan, dan memenuhi SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian).












