Gorontalo

Buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Diluncurkan di HUT ke-25 Provinsi, Alarm Perjuangan Nani Wartabone

×

Buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Diluncurkan di HUT ke-25 Provinsi, Alarm Perjuangan Nani Wartabone

Share this article
Buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Diluncurkan di HUT ke-25 Provinsi, Alarm Perjuangan Nani Wartabone
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menyerahkan buku Indonesia Merdeka di Gorontalo kepada tokoh masyarakat.

Hargo.co.id, GORONTALO – Di momen HUT ke 25 Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo meluncurkan buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Nani Wartabone, 23 Januari 1942 dan Keindonesiaan sebagai dorongan untuk memperkuat semangat pembangunan daerah. 

Berita Terkait:  496 Nelayan di Gorontalo Terima Kartu Asuransi dari Pemprov

Buku ini diharapkan menjadi pengingat perjuangan Nani Wartabone dan inspirasi bagi masyarakat Gorontalo.

Peluncuran dilakukan Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah pada syukuran peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, di Aula Rujab Gubernur, Jumat malam (5/12/2025).

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Tambah 13 Etalase di E-Katalog Lokal

Keduanya menegaskan bahwa nilai perjuangan dalam buku tersebut relevan dengan arah pembangunan Gorontalo saat ini.

Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan edisi terbaru dari berbagai tulisan tentang pahlawan nasional Nani Wartabone.

Berita Terkait:  Transportasi Diperkuat, Gorontalo Siap Sambut Ribuan Peserta PENAS XVII 2026

Ia menilai peluncuran buku menjadi momentum untuk memperkuat spirit perjuangan dalam pembangunan daerah.

“Ini buku yang sudah kesekian tentang Pak Haji Nani Wartabone, Insya Allah buku ini menjadi spirit untuk melanjutkan pembangunan di Gorontalo,” kata Gusnar.

Berita Terkait:  HARFEST-GKK 2026 Jadi Etalase Karawo dan UMKM Gorontalo

Gusnar kemudian bercerita tentang perjalanan Provinsi Gorontalo yang telah menginjak usia 25 tahun.

Ia mengenang masa awal pembentukan provinsi saat dirinya bersama Fadel Muhammad diberi amanah memimpin daerah baru tersebut.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Dukung Pengembangan Olahraga Bridge di Gorontalo

Ia mengatakan bahwa seiring bertambahnya usia, dinamika pemerintahan ikut berubah.

Kritik dan pandangan masyarakat kini semakin terbuka sebagai bagian dari perkembangan demokrasi.

Berita Terkait:  Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Fasilitasi Riset Bahasa Polahi di Perpustakaan H.B. Jassin

“Provinsi ini empat lima tahun kedepan demokrasinya akan semakin terbuka sehingga semua orang bisa berpendapat,

berpemikiran dan bersikap, itu harus kita terima sebagai keharusan di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia,” kata Gusnar.

Berita Terkait:  Perintah Gubernur Gusnar, Kepala DKP Turun Tinjau Ambruknya Fasilitas KNMP Leato

Menurutnya, keterbukaan tersebut merupakan karakter penting dalam negara demokratis seperti Indonesia. Ia pun yakin Gorontalo akan terus berkembang dengan kebersamaan seluruh masyarakat. (Rls)