Gorontalo

Buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Diluncurkan di HUT ke-25 Provinsi, Alarm Perjuangan Nani Wartabone

×

Buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Diluncurkan di HUT ke-25 Provinsi, Alarm Perjuangan Nani Wartabone

Share this article
Buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Diluncurkan di HUT ke-25 Provinsi, Alarm Perjuangan Nani Wartabone
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menyerahkan buku Indonesia Merdeka di Gorontalo kepada tokoh masyarakat.

Hargo.co.id, GORONTALO – Di momen HUT ke 25 Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo meluncurkan buku Indonesia Merdeka di Gorontalo: Nani Wartabone, 23 Januari 1942 dan Keindonesiaan sebagai dorongan untuk memperkuat semangat pembangunan daerah. 

Berita Terkait:  Target Rekam KTP di Provinsi Gorontalo Hingga Desember 2024, Kabgor Paling Sedikit

Buku ini diharapkan menjadi pengingat perjuangan Nani Wartabone dan inspirasi bagi masyarakat Gorontalo.

Peluncuran dilakukan Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah pada syukuran peringatan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo, di Aula Rujab Gubernur, Jumat malam (5/12/2025).

Berita Terkait:  Koordinasi Penggunaan Dana Desa untuk Penanganan Stunting Sangat Penting

Keduanya menegaskan bahwa nilai perjuangan dalam buku tersebut relevan dengan arah pembangunan Gorontalo saat ini.

Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan edisi terbaru dari berbagai tulisan tentang pahlawan nasional Nani Wartabone.

Berita Terkait:  Dampak dari Bansos Perlu Dievaluasi Secara Berkala

Ia menilai peluncuran buku menjadi momentum untuk memperkuat spirit perjuangan dalam pembangunan daerah.

“Ini buku yang sudah kesekian tentang Pak Haji Nani Wartabone, Insya Allah buku ini menjadi spirit untuk melanjutkan pembangunan di Gorontalo,” kata Gusnar.

Berita Terkait:  Pantau Seleksi PPAP, Kadispora Provinsi Tegaskan Harus Objektif dan Profesional

Gusnar kemudian bercerita tentang perjalanan Provinsi Gorontalo yang telah menginjak usia 25 tahun.

Ia mengenang masa awal pembentukan provinsi saat dirinya bersama Fadel Muhammad diberi amanah memimpin daerah baru tersebut.

Berita Terkait:  Indikator Ekonomi Membaik, Pemprov Gorontalo Kejar Pertumbuhan 6,70 Persen pada 2027

Ia mengatakan bahwa seiring bertambahnya usia, dinamika pemerintahan ikut berubah.

Kritik dan pandangan masyarakat kini semakin terbuka sebagai bagian dari perkembangan demokrasi.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Dorong Muhammadiyah Gorontalo Bidik Tuan Rumah Muktamar

“Provinsi ini empat lima tahun kedepan demokrasinya akan semakin terbuka sehingga semua orang bisa berpendapat,

berpemikiran dan bersikap, itu harus kita terima sebagai keharusan di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia,” kata Gusnar.

Berita Terkait:  Gusnar Tekankan Pelestarian Bahasa Daerah Lewat Pendidikan

Menurutnya, keterbukaan tersebut merupakan karakter penting dalam negara demokratis seperti Indonesia. Ia pun yakin Gorontalo akan terus berkembang dengan kebersamaan seluruh masyarakat. (Rls)