Legislatif

DPRD Diminta Bersikap Tegas, Rapat Paripurna LKPJ APBD 2022 Harus Dihadiri Bupati

×

DPRD Diminta Bersikap Tegas, Rapat Paripurna LKPJ APBD 2022 Harus Dihadiri Bupati

Share this article
DPRD Diminta Bersikap Tegas, Rapat Paripurna LKPJ APBD 2022 Harus Dihadiri Bupati
Rapat paripurna LPJ APBD 2022 beberapa waktu lalu yang tidak dihadiri Bupati Gorut, Thariq Modanggu. (Foto: Alosius M. Budiman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) harus bersikap tegas terhadap pelaksanaan rapat paripurna dalam rangka Laporan Pertanggungjawaban prlaksanaan APBD tahun 2022. DPRD harus menghadirkan Bupati Gorut, Thariq Modanggu dan tidak bisa diwakili, karena ini bukanlah LKPJ Sekertaris Daerah (Sekda) Gorut.

Berita Terkait:  Ramai Antusias Warga, Dana-dana di Reses Nirwan Due Bak Sebuah Konser Musik

Demikian penegasan salah satu aktivis Gorut, Nanang Latif yang mengikuti terus perkembangan daerah.

“Namanya juga laporan pertanggungjawaban, berarti yang harus hadir bupati selaku kepala daerah yang menjalankan program pembangunan daerah, bukan Sekda,” tegasnya.

Berita Terkait:  RDP dengan Dinas PUPR, Komisi III DPRD Kabgor Dorong Perbaikan Jalan Ilomangga

Tidak hanya itu saja, kata Nanang, kehadiran bupati dalam LKPJ juga tertuang dalam aturan tata tertib.

Menurut Nanang, aturan tatib tersebut merupakan penyampaian salah satu aleg PDIP, yakni Aryati Polapa bahwa kehadiran bupati sifatnya wajib dan mutlak seperti yang tertuang dalam tata tertib.

Berita Terkait:  Komisi IV Deprov Tekankan Penguatan SDM Kesehatan di RS Ainun

“Tata tertib ini merupakan sebuah acuan yang harus di pedomani oleh lembaga, dan itu harus di hormati oleh siapa saja termasuk bupati didalamnya,” kata Nanang.

Untuk itu, dalam pelaksanaan rapat paripurna yang nantinya akan dijadwalkan pada 3 Juli 2023 mendatang, Nanang meminta DPRD menghadirkan bupati.

Berita Terkait:  Aleg Kabgor Ini Turun Serap Aspirasi Petani saat Peringatan Hari Tani

Jika bupati tak hadir, lanjut Nanang, DPRD jangan melaksanakan rapat paripurna tersebut.

“Karena kehadiran bupati sangat krusial. Sebab ada hal-hal yang harus perlu beliau jelaskan terkait pelaksanaan APBD 2022 terutama terhadap kebijakan-kebijakan,” tandasnya.(*) 

Berita Terkait:  Sponsori Open Turnamen Grasstrack Motocross, Sri Sumuri: Komitmen Saya Untuk Pemulihan Pohuwato

Penulis: Alosius M. Budiman