Gorontalo

Dukung Penyusunan Fiqh Pencegahan Bunuh Diri, Penjagub: Harus Ada Upaya Preventif

×

Dukung Penyusunan Fiqh Pencegahan Bunuh Diri, Penjagub: Harus Ada Upaya Preventif

Share this article
Fiqh Pencegahan Bunuh Diri
Penjagub Ismail saat memberikan arahan pada workshop fikih pencegahan bunuh diri, Senin (18/9/2023). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Balai Litbang Agama Makassar Kementerian Agama RI menggelar Workshop Fiqh Pencegahan Bunuh Diri, Senin (18/9/2023).

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Percepat Distribusi Pupuk ke Taluditi, Stok Tambahan Segera Tiba

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Gorontalo ini digelar bersama Pusat Inovasi UNG, Gusdurian Gorontalo dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah.

Workshop yang diikuti oleh 50 peserta tersebut membahas pentingnya Fiqh Pencegahan Bunuh Diri di Gorontalo.

Berita Terkait:  Pj Gubernur Bersyukur, Penduduk Miskin Gorontalo Turun Hingga 13,87 Persen

Peserta workshop terdiri dari perwakilan Kemenag, UNG, MUI, ormas kepemudaan, lintas agama, perwakilan pondok pesantren serta media massa.

Penjabat Gubernur Ismail Pakaya dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu menyatakan dukungannya terhadap Workshop tersebut.

Berita Terkait:  Gunakan Alsintan Bersama-sama, Pesan Gubernur Gusnar ke Petani di Paguyaman

Dirinya juga berharap agar draft fiqih pencegahan bunuh diri itu dapat segera diselesaikan sebagai salah satu upaya preventif dalam mencegah kasus bunuh diri.

“Saya berharap agar draft fiqih pencegahan bunuh diri itu dapat segera diselesaikan,” kata Ismail.

Berita Terkait:  "Blue Fund" Diperkenalkan di Gorontalo

Menurutnya, hal tersebut tidak habis dalam ruang diskusi saja, melainkan dapat menjadi rekomendasi kepada pemerintah sebagai penentu arah kebijakan.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah fenomena bunuh diri, tapi jumlahnya masih terus merangkak naik hingga 29 kasus,” tambahnya.

Berita Terkait:  Bulog Gorontalo Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran

Workshop tersebut juga diharapkan dapat menyentuh lebih detail terhadap penyebab fenomena bunuh diri yang terus terjadi.

“Sehingga bisa segera ada rekomendasi ke pemerintah untuk dijadikan landasan dalam pengambilan kebijakan,” harapnya.

Berita Terkait:  Gusnar-Idah Pantau Sejumlah Pos Pengamanan Nataru

Sementara itu, Kepala Balitbang Agama Makassar, Saprillah berpendapat, upaya pencegahan fenomena bunuh diri ini terus dilakukan secara kolaboratif.

Menurutnya, pemerintah harus mencoba berbagai upaya untuk menemukan titik persoalan ini dari berbagai pendekatan.

Berita Terkait:  Wagub Idah Tegaskan BLP3G Tetap Berlanjut Meski Efisiensi Anggaran

“Kemarin sudah ada satu upaya dari media agar tidak ada pemberitaan lagi terkait bunuh diri. Nyatanya itu juga tidak menurunkan angka kasusnya,” kata Saprillah.

Selajutnya, kata dia, pihaknya akan mencoba upaya lainnya, yaitu dari sisi keagamaan.

Berita Terkait:  Gorontalo dan Parimo Perkuat Kolaborasi: Dari Durian, Ayam, hingga Pendidikan

“Kita harus cari terus dari titik mana kira-kira yang akan memecahkan duduk persoalan bunuh diri di Gorontalo ini,” jelasnya.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Jalin Koordinasi dengan OPD, Registrasi IKD Terus Dimaksimalkan