Rabu, 27 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Batalkan 12 Perda, Miliaran Rupiah Sia-sia

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 20 Juni 2016 | 11:58 AM Tag: , , ,
  

Gorontalo Utara terdapat tiga Perda yang bakal dibatalkan. Menurut Ridwan Yasin, pembatalan Perda kabupaten/kota dilakukan Gubernur karena merujuk Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, dimana Gubernur merupakan wakil pemerintah pusat di daerah.

Seperti diketahui kata Ridwan, pembatalan Perda yang dilakukan pemerintah karena dinilai menghambat investasi, tidak relevan lagi dan bertentangan dengan regulasi terbaru.

Ia mengatakan, Gubernur tidak langsung melakukan pembatalan terhadap Perda yang dinilai bertentangan dengan ketentuan lebih tinggi atau tidak relevan lagi, tapi terlebih dahulu melakukan pengkajian.

“Kita tetap komunikasikan dengan daerah asal Perda. Itu penting. Setelah itu baru kita usulkan untuk di SK-kan Gubernur,”tandasnya. Dengan dibatalkanya Perda, lanjut Ridwan Yasin, maka tidak boleh lagi dijadikan dasar hukum dalam pengambilan kebijakan dan anggaran di daerah.

Sementar itu, terkait dengan Perda Pemprov Gorontalo yang dibatalkan, Ridwan Yasin menyebutkan saat ini pihaknya masih menunggu salinan pembatalan Perda yang dilakukan Kemendagri.

Dari dua Perda yang kabarnya dibatalkan itu, yakni masing-masing Perda nomor 10 tahun 2003 tentang Pemberantasan Maksiat dan Perda tentang Jamkesda. “Kita masih tunggu, katanya Perda tentang Maksiat dan Jemkesda, tapi draftnya masih di Kemendagri,”terang Ridwan Yasin.

Menurut Karo Hukum Ridwan Yasin, yang dibatalkan tidak utuh satu Perda, tapi hanya ada beberapa pasal yang dinilai tidak sesuai lagi. “Misalnya Perda tetang Jamkesda, bisa jadi karena adanya penyesuaian dengan BPJS, kita belum dapat salinannya, masih di Kemendagri,”terang Ridwan Yasin.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3 4 5


Komentar