Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Gubernur Batalkan 12 Perda, Miliaran Rupiah Sia-sia

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Monday, 20 June 2016 | 11:58 AM Tags: , , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Kebijakan pembatalan peraturan daerah (Perda) yang dilakukan pemerintah terus bergulir. Di Gorontalo saat ini telah ada 12 Perda dari Kabupaten/kota yang dibatalkan. Pembatalan dilakukan Gubernur Gorontalo sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Sementara, untuk Perda Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini sedang dalam pengkajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kabarnya, terdapat dua Perda yang dibatalkan Kemendagri.

Terlepas dari pembatalan Perda yang dinilai bertentangan dengan investasi dan bertentangan dengan pertaturan lebih tinggi, terdapat biaya yang tidak murah. Hitung-hitungnya untuk menuntaskan satu Perda, daerah merogoh APBD ratusan hingga miliaran rupiah.

Asumsinya, setiap Perda membutuhkan naskah kajian akademik. Informasi yang diperoleh, setiap satu kajian akademik memakan biaya Rp 50-60 juta. Setelah itu, masuk pembahasan di DPRD.

Biaya perjalanan dinas, berupa konsultasi pada kementerian terkait dan studi banding/studi komparasi yang paling membengkak. Sumber resmi Gorontalo Post menyebutkan, satu Perda bisa sampai 3 kali berangkat ke luar daerah, baik untuk konsultasi maupun studi banding.

Misalnya Perda dibahas dalam Pansus. Satu Pansus itu ada 12 anggota DPRD. Untuk berangkat, mereka didampingi pendamping, baik dari Sekretariat maupun dari SKPD teknis.

“Jumlahnya bisa sampai 24 orang, biaya perjalanan dinas saja rata-rata Rp 10 juta sekali berangkat, sudah ada Rp 240 juta,”terangnya. “Dan rata-rata satu Perda sampai 3 kali berangkat ke luar daerah. Baru biaya perjalanan dinas sudah mencapai Rp 720 juta,” tandasnya.Â

(Visited 5 times, 1 visits today)

Pages: 1 2 3 4 5


Komentar